Example floating
Example floating
BaubauBeritaBerita UtamaOpiniSulawesi Tenggara

Jeritan Driver Ojol Kota Baubau

×

Jeritan Driver Ojol Kota Baubau

Sebarkan artikel ini
Jeritan Driver Ojol Kota Baubau
La Ode Yusran Syarif

TEGAS.CO,. BAUBAU – Di era di mana aplikasi transportasi online menjadi salah satu inovasi terkemuka dalam industri transportasi, cerita sukses seringkali menjadi sorotan utama. Namun, di balik gemerlapnya layar digital dan kenyamanan yang ditawarkan kepada pengguna, terdapat suara-suara yang sering terlupakan, yakni jeritan para Driver.

Kehadiran aplikasi Maxim kurang lebih 2 tahun di kota kecil seperti Baubau, telah membawa manfaat yang signifikan bagi masyarakat. Aksesibilitas yang meningkat tidak hanya memudahkan perjalanan warga, tetapi juga memberikan dorongan ekonomi yang berarti bagi para pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM), serta individu yang mencari penghasilan tambahan dengan menjadi Driver.

Salam Sahadia calon Bupati Butur 2024

Namun, dibalik kemajuan tersebut, terdapat cerita yang seringkali terlupakan, yaitu kisah kesulitan dan keluhan yang dihadapi oleh para driver. Mereka adalah tulang punggung dari ekosistem aplikasi transportasi online ini, namun seringkali terabaikan dalam pembahasan tentang industri ini.

Jeritan para driver tak bisa diabaikan. Mereka merasa tertekan dengan tarif murah yang tidak sebanding dengan usaha yang mereka lakukan. Apalagi kota kecil Baubau yang memiliki populasi sedikit, dengan struktur kota yang banyak jalanan terjal dan medan pendakian.

Sebagian besar dari mereka merasa bahwa pendapatan yang diperoleh tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, apalagi untuk menopang kehidupan keluarga mereka.

Penting untuk memahami bahwa para driver bukanlah karyawan, melainkan mitra aplikasi yang bergantung pada penghasilan yang didapat dari setiap perjalanan. Namun, mereka harus menghadapi berbagai potongan, mulai dari potongan aplikasi sebanyak 15% hingga biaya operasional seperti biaya BBM, perawatan kendaraan, dan lain sebagainya.

Belum lagi masalah perseteruan dengan para driver konvensional di pelabuhan Murhum, Pelabuhan Ferry Batulo, dan Jembatan Batu. Maka perlu pemerintah atau pihak terkait melihat ini. Kemudian melakukan evaluasi, mencarikan solusi utamanya soal tarif yang sungguh sangat memberatkan, serta meningkatan kenyamanan mereka agar tidak ada lagi ada konflik antar driver dimasa mendatang.

 

Penulis : La Ode Yusran Syarif

Publisher : Redaksi

Example 120x600