Grapari Telkomsel Kendari Meminta Maaf Kepada Wartawan Atas Ulah Stafnya

tegas.co, KENDARI, SULTRA – Pihak Grapari Telkomsel Kendari akhirnya meminta maaf kepada seluruh jurnalis se-Sultra khususnya Kota Kendari, terkait sikap salah satu staf Telkomsel Grapari, bernama Rian yang menghalang halangi profesi jurnalis.

Grapari Telkomsel Kendari Meminta Maaf Kepada Wartawan Atas Ulah Stafnya
Pihak Grapari Telkomsel Kendari meminta maaf atas perlakuan tidak menyenangkan salah satu stafnya bernama Rian, kepada wartawan saat melakukan peliputan. (Foto : Onno)

“Kami dari Grapari Telkomsel Kendari memohon maaf yang sebesar-besarnya, jika terjadi kesalah pahaman dalam berinteraksi. Kami harap kemitraan Telkomsel dengan seluruh media yang ada di Sultra khususnya di Kota Kendari terus terjalin dengan baik, ” kata Manager Branch Kendari Anthony P. Sitorus, di salah satu Warkop di Kendari, beru-baru ini.

Berlangganan berita tegas.co silahkan isi form di bawah ini

Ia mengatakan, media merupakan mitra yang senantiasa bersinergi dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Khususnya pelanggan Telkomsel.

“Kami sangat berterima kasih kepada media dan rekan-rekan wartawan, selama ini karena telah menjadi mitra yang baik bagi kami dalam membantu menyebarluaskan informasi positif kepada masyarakat tentang Telkomsel,” tuturnya.

Ditempat yang sama, Rian, staf yang saat itu mematikan rekaman salah satu wartawan juga meminta maaf kepada seluruh media dan di saksikan rekan-rekan wartawan.

“Secara pribadi saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada teman-teman wartawan yang saat itu saya yang langsung mematikan rekaman salah satu teman jurnalis bernama Ilham yang saya matikan rekamannya,” tutur Rian sambil meminta maaf.

Untuk diketahui, sebelumnya Rian staf Grapari Telkomsel Kendari tersebut melakukan tindakan yang kurang menyenangkan pada salah satu wartawan tegas.co yang hendak merekam aduan masyarakat. Kejadian itu terjadi pada 28 November 2017 lalu.

REPORTER : ONNO
EDITOR : WIWID ABID ABADI

Radio FM VOA Amerika Serikat Bahasa Indonesia DMCA.com Protection Status VOA TV Bahasa Indonesia Piala Dunia di Rusia adalah yang termahal, dengan biaya sekitar 15 miliar dolar, yang antara lain dipakai untuk membangun beberapa stadion besar baru, jaringan rel kereta api dan perbaikan bandara. Ini kesempatan untuk meningkatkan citra global Rusia, namun apakah berdampak baik bagi warga Rusia?

TEGASCO

Berita Video Kritik Berimbang & Lugas

Show Buttons
Hide Buttons