Jalan Desa Lagasa Ambruk, Pemkab Muna Belum Bertindak

Jalan Desa Lagasa Ambruk, Pemkab Muna Belum Bertindak
Dengan swadaya masyarakat desa Lagasa, Kecamatan Duruka, Munamembangun jembatan darurat yang dapat dimanfaatkan warga desa menuju kota Raha FOTO: LA ODE AWALLUDIN

tegas.co., MUNA, SULTRA- Warga Desa Lagasa, kecamatan Duruka, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) mengharapkan kepada pemerintah daerah setempat segera melakukan perbaikan akses jalan yang saat ini terputus akibat dueker sisi kiri kanan ambruk beberapa waktu yang lalu.

Ironisnya, hingga saat ini Pemkab Muna belum melakukan langkah-langkah untuk melakukan perbaikan jalan yang menghubungkan desa Lagasa dengan pusat kota Raha.

Berlangganan berita tegas.co silahkan isi form di bawah ini

Menanti perhatian pemerintah tak kunjung ada, terpaksa masyarakat setempat berswadaya mengumpulkan dana untuk membangun jembatan darurat dengan menggunakan batang kelapa agar bisa dilalui oleh kendaran roda dua.

Meski begitu, warga desa diharapkan esktra hati-hati agar tidak mengalami kecelakaan yang mengakibat korban jiwa.

Hj. Husen, warga desa Lagasa mengatakan, masyarakat sesalkan pemerintah belum ada kepedulian terkait jalan tersebut, akibatnya, warga mengalami kesulitan untuk melakuakan aktifitas, apa lagi jalan tersebut merupakan jalan menuju pusat kota Raha.

“Terhitung sudah dua kali dueker itu ambruk. Pertama sudah dilakukan perbaikan oleh Dinas PU dengan cara melakukan penimbunan. Namun, tidak bertahan lama, kemudian dilakuan perbaikan yang baru, menjelang kurang lebih 3 bulan, langsung ambruk keseluruan, ini gara-gara pondasi awalnya yang runtuh kiri kanan, memang cara kerjanya mereka tidak bagus, masa cuma batu disusun begitu saja sehingga tidak bertahan lama,”ungkapnya.

Lanjut Husen, melihat pemerintah lamban menangani jalan yang putus, terpaksa masyarakat melakukan swadaya dan bergotong royong untuk membangun jembatan darurat.

“Ini jembatan terbuat dari batang kelapa melalui swadaya masyarakat, sehingga untuk sementara waktu, kita bangun jembatan ini agar bisa dilalui motor, kalau kita tidak ambil langka itu, sampai kapan kita menunggu, sementara pemerintah belum ada ciri-ciri mau perbaiki ini jalan,”jelasanya.

“Untuk itu kami mengarapkan agar pemerintah secepatnya, jalan yang putus ini segera dikerja sesingkat mungkin,”tutupnya.

REPORTER: LA ODE AWALLUDIN

PUBLISHER: MAS’UD

Radio FM VOA Amerika Serikat Bahasa Indonesia DMCA.com Protection Status VOA TV Bahasa Indonesia Piala Dunia di Rusia adalah yang termahal, dengan biaya sekitar 15 miliar dolar, yang antara lain dipakai untuk membangun beberapa stadion besar baru, jaringan rel kereta api dan perbaikan bandara. Ini kesempatan untuk meningkatkan citra global Rusia, namun apakah berdampak baik bagi warga Rusia?

TEGASCO

Berita Video Kritik Berimbang & Lugas

Show Buttons
Hide Buttons