Kepala DLH Muna Baru Dilantik, Ini Strateginya untuk Mengatasi Sampah

Kepala DLH Muna Baru Dilantik, Ini Strateginya untuk Mengatasi Sampah
Kepala DLH Muna Baru Dilantik, Ini Strateginya untuk Mengatasi Sampah
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara (Sultra), Laode Sagusu FOTO: LA ODE AWALLUDIN

tegas.co., MUNA, SULTRA – Sehari Paska dilantik oleh Bupati Muna, LM Rusman Emba, 19 maret lalu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara (Sultra), Laode Sagusu dan seluruh pejabat dan staf yang ada dibawa komandonya tidak menunggu lama. Pasalnya, pihaknya langsung bergerak cepat turun dilapangan untuk mengatasi masalah sampah yang telah lama menumpuk.

Saat dikonfirmasi usai mengikuti rapat Di Galampano Raha, Kamis (22/3/2018), Sagusu mengatakan, pihaknya akan serius untuk mengatasi sampah di kabupaten Muna, sebab itu merupakan tugas pokok mereka, dengan target utama pasar Laino Raha.

“Sesuai apa yang disinggung oleh pak bupati Muna LM Rusman Emba pada saat saya dilantik, jadi Kepala DLH Kabupaten Muna beberapa waktu yang lalu, bahasanya masih banyak yang harus dibenahi selama dua tahun kepemimpinanya, salah satunya persoalan sampah. Alhamdulilah kemarin pasar Laino kami sudah bersihkan dari sampah yang telah lama menumpuk hingga menimbulkan bau yang tidak sedap, sehingga membuat masyarakat yang berbelanja merasa terganggu selama ini, dan kegiatan itu akan rutin kita lakukan di pasar Laino Raha, karana disana merupakan pusat perdagangan,”ujarnya.

Walaupun Dengan keterbatasan armada pengangkut sampah, menurtunya itu bukan persoalan yang terbesar, sehingga menimbulkan terjadinya penumpukan sampah. Menurutnya, semua tergantung manajerial yang ada di dalam kantor tersebut.

“Kalau armada itu memang kita terbatas, yang paling pertama penyerapan manajerialnya yang tidak efektif selama ini, biar juga banyak armada kalau tidak efektif pada akhirnya tidak ada manfaatnya,” kata Sagusu.

“Insyah Allah kami akan programkan bersama seluruh masyarakat mulai dari pemerintah tertinggi sampai dengan ke masyarakat yang dimotori oleh kepala desa, lurah kemudian camat untuk bagaimana kita bisa membersikan kota dan kita menghijaukan kota, insyah allah program saya tahun 2020 bagaimana agar kita bisa rebut Adi Pura,”sambungnya Sagusu.

Terkait Program Tempat Pembuangan Sampah (TPS), pihaknya masih dalam tahap program untuk bisa mengadakan TPS baru.

“Sesuai dengan undang-undang nomor 23 tagun 2014 bahwa masyarakat itu harus kita edukasi bagaimana membuang sampah yang benar dan bagaimana kali itu agar tidak dibuangkan sampah,”jelasnya.

“Kami saat ini memiliki 7 unit armada pengangkut sampah, namun yang aktif baru 6 unit, satu unitnya masih dalam tahap perbaikan. Untuk ditahun 2018 pihak kita akan menambah dua unit armada lagi,”tandasnya.

REPORTER: LA ODE AWALLUDIN

PUBLISHER: MAS’UD

Leave a Comment