Kurangi Impor Telur, Dinas Peternakan Muna Produksi Telur Sendiri

tegas.co., MUNA, SULTRA- Mengurangi impor telur dari daerah lain, Dinas Peternakan Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) memiliki terobosan dengan cara memprodusksi ayam petelur sendiri.

Produksi ayam petelur tersebut ditempatkan di desa Wansugi kecamatan Kabangka kabupaten Muna.

Berlangganan berita tegas.co silahkan isi form di bawah ini
Kurangi Impor Telur, Dinas Peternakan Muna Produksi Telur Sendiri
Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Muna, LM Yakub FOTO: LA ODE AWALLUDIN

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Muna, LM Yakub mengatakan, kepada tegas co., Rabu 23 Mei 2018 produksi ayam petelur yang telah dilakukan sudah berjalan 6 bulan itu dan menghasilkan 78 rak dengan 2000 butir telur perhari dari populasi 3000 ekor.

“Selain sapi kita punya produksi ayam petelur sendiri, hal ini kami lakukan agar mengurangi yang didatangkan dari luar daerah, sehingga uang di Muna kita tidak keluarkan lagi ke daerah lain seperti, Sulawesi Selatan, kita beli produksi dalam daerah sendiri,”katanya.

Walaupun belum memenuhi secara umum hasil produksi ayam petelur di Muna, namun akan dilakukan secara bertahap agar bisa memenuhi permintaan pasar.

“Kalau peternakan mempunyai komuditas seperti ini untuk menghasilkan nilai tambah untuk masyarakat, nantinya saya kira rakyat itu akan makmur, kalau dalam APBD sebenarnya dari struktur kontribusi anggaran yang diberikan dari pemda sangat kecil sekali setiap tahun, sedangkan untuk proyek dipeternakan tahun ini tidak sampe Rp. 2 miliar, tapi kita mampu maksimalkan dengan anggaran itu,”ungkapnya.

Ia juga berharap jika mendapat dukungan anggaran akan memperbanyak lagi produksi ayam petelur sehingga dapat membantu lebih banyak lagi.

“Ini saja yang kurang lebih 3000 yang produksi, kalau ditambakan lagi tahun ini, maka akan berkurangmi impor dari dari daerah lain, ayam petelur ini juga kalau sudah habis masa produksinya, kita bisa menjual dagingnya, kemudian uangnya dibelikan lagi bibit ayam, artinya uang yang dilarikan di peternakan tidak ada yang mubazir, selalu menghasilkan nilai tambah,”tutupnya.

REPORTER: LA ODE AWALLUDIN

PUBLISHER: MAS’UD

Radio FM VOA Amerika Serikat Bahasa Indonesia DMCA.com Protection Status VOA TV Bahasa Indonesia Piala Dunia di Rusia adalah yang termahal, dengan biaya sekitar 15 miliar dolar, yang antara lain dipakai untuk membangun beberapa stadion besar baru, jaringan rel kereta api dan perbaikan bandara. Ini kesempatan untuk meningkatkan citra global Rusia, namun apakah berdampak baik bagi warga Rusia?

TEGASCO

Berita Video Kritik Berimbang & Lugas

Show Buttons
Hide Buttons