Mahasiswa Jadi Kurir, Ketua GRANAT Minta Rektor Tegas

tegas.co., KENDARI, SULTRA – Salah seorang mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari baru-baru ini yang tertangkap membawa narkoba sebanyak 25,2 geram mendapat perhatian serius dari Gerakan Anti Narkotika Nasional (GRANAT) Kota Kendari.

Mahasiswa Jadi Kurir, Ketua GRANAT Minta Rektor Tegas
Ketua GRANAT Kota Kendari, Hendrawan FOTO: LM FAISAL

Ketua GRANAT Kota Kendari, Hendrawan menilai, kasus penangkapan tersebut merupakan penangkapan besar, sebab jumlah noarkoba yang diamankan sudah mencapai kategori bandar.

Berlangganan berita tegas.co silahkan isi form di bawah ini

“Baru-baru ini kita dihebohkan kasus narkoba yang menelan korban hingga ke tingkat SD. Hari ini kita mendapat kabar ada mahasiswa UHO yang tertangkap membawa narkoba. Tentu ini tangkapan besar dan sudah masuk kategori bandar besar,” ujar Hendrawan saat ditemui di salah satu caffee di Kendari, Kamis (16/11/2017).

Dari kasus tersebut, Hendrawan menekankan kepada Rektor UHO untuk mengambil langkah dan tindakan tegas untuk mencegah dan memberantas peredaran narkoba di kalangan mahasiswa UHO. Kemudian ia juga meminta agar tidak ada toleransi dalam mencegah dan memberantas peredaran narkoba.

“Sebagai Ketua GRANAT Kota Kendari, saya mengutuk keras dan meminta kepada Rektor UHO untuk mengambil tindakan tegas. Sangat berbahaya jika ternyata bandar narkoba adalah mahasiswa UHO,” tandasnya.

Ia menekankan, dalam wilayah akademis UHO tidak boleh ada peredaran narkoba, apa pagi sampai terdapat bandar. Sebab menurutnya, hal itu sangat merusak generasi muda khususnya di Sultra.

Hendrawan menambahkan, sebagai satu-satunya organisasi yang bergerak di bidang pencegahan dan pemberantasan narkoba yang memiliki legalitas di Indonesia, khususnya di wilayah Kendari juga akan melakukan tindakan sampai ke wilayah kampus-kampus di Kendari.

“Jadi selain untuk bertindak tegas, saya juga meminta kepada Rektor UHO agar memberikan kami ruang untuk membentuk cabang GRANAT sampai ke UHO, sehingga kami pun akan melakukan tindakan tegas dalam mencegah dan memberantas narkoba sampai ke kampus,” tandasnya.

REPORTER: LM FAISAL

PUBLISHER: MAS’UD

Radio FM VOA Amerika Serikat Bahasa Indonesia DMCA.com Protection Status VOA TV Bahasa Indonesia Piala Dunia di Rusia adalah yang termahal, dengan biaya sekitar 15 miliar dolar, yang antara lain dipakai untuk membangun beberapa stadion besar baru, jaringan rel kereta api dan perbaikan bandara. Ini kesempatan untuk meningkatkan citra global Rusia, namun apakah berdampak baik bagi warga Rusia?

TEGASCO

Berita Video Kritik Berimbang & Lugas

Show Buttons
Hide Buttons