Sen. Sep 16th, 2019

TEGAS.CO

Berita Video

Konsel Dapat Prognas Desa Terang, Ini Kata Wabup

Seluruh Desa Akan Diterangi. dengan menggunakan energi terbarukan bersumber dari cahaya matahari
Wakil Bupati Konsel, DR. H. Arsalim Arifin saat menerima Plakat Prognas “Desa Terang” yang diserahkan oleh Gubernur Sultra, H. Ali Mazi. FOTO: HUMAS PEMDA KONSEL

tegas.co., KONSEL, SULTRA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe Selatan (Konsel) Sulawesi Tenggara (Sultra) terpilih menjadi salah satu dari enam kabupaten kota yang masuk dalam Program Nasional (Prognas) “Desa Terang” tahap pertama.

Pencanangan itu diberikan oleh Koperasi Jasa Gerakan Nelayan Tani Indonesia (Kopjaganti), dibawah koordinasi Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemkop UKM) RI.

Hal tersebut ditandai dengan, penyerahan Plakat pada acara malam ramah tamah Pesta Rakyat yang digelar Pemprov Sultra oleh Gubernur Sultra, H. Ali Mazi didampingi Wakil Gubernur, Dr. H Lukman Abunawas, dan diterima langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Konsel, Dr. H. Arsalim Arifin, pada Sabtu 23 Spetember 2018 malam.

Program ini merupakan hasil tindak lanjut pertemuan 108 Bupat/Wabup se Indonesia, untuk sosialisasi dan pemetaan Integrasi Program Kredit Usaha Rakyat (KUR), dan Desa Terang tahun 2018/2019 yang menggabungkan kekuatan petani, nelayan dan kelompok dalam bentuk Koperasi Produksi Digital Modern melalui KUR.

Dimana sebelumnya, pada 15 September 2018 lalu, di Desa Karawang Sari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, telah dilakukan launching program Nasional “Desa Terang” yang diresmikan oleh Menko UKM, Puspayoga dan diprakarsai oleh Kopjaganti dibawah binaan langsung Presiden RI, Joko Widodo.

Ditemui usai menerima Plakat pencanangan Desa Terang Wabup Konsel, Dr. H. Arsalim Arifin mengapresiasi dan bersyukur atas terpilihnya Konsel dalam Prognas Desa Terang. Tentunya ini dapat membantu dan meringankan beban Pemda dalam memenuhi kebutuhan listrik. Utamanya kata dia di daerah-daerah pelosok desa yang terpencil, sekaligus meringankan beban hidup masyarakat yang kurang beruntung, terutama yang mata pencaharian sehari-hari adalah petani dan nelayan.

“Alhamdulillah gayung bersambut, karena program ini sejalan juga dengan salah satu program utama Pemda Konsel. Yakni mengaliri dan menerangi seluruh desa di Konsel dengan instalasi listrik berbiaya murah tapi berkualitas, yang juga merupakan salah satu langkah nyata kami untuk mewujudkan Desa Maju Konsel Hebat,” terang Arsalim sapaan akrab Wabup Konsel belum lama ini.

“Secepatnya kita akan menggelar pertemuan dengan pihak terkait untuk memetakan desa-desa mana saja yang menjadi prioritas program ini. Sekaligus kita akan pantau dan awasi dengan melibatkan pihak berwajib, agar tidak dimanfaatkan orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Sehingga program ini tepat sasaran dan berjalan dengan baik, tentunya berdampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat desa,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu Koordinator Kopjaganti wilayah Sultra, Abdul Jalil menjelaskan, program Desa Terang sejalan dengan program kerja pemerintah pusat, yakni “Indonesia Terang 2019” untuk membantu pemerintah mewujudkan program tersebut di desa-desa yang belum teraliri listrik PLN, dengan menggunakan energi terbarukan bersumber dari cahaya matahari atau Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

“Yang mana untuk tahap pertama, program ini akan dilaksanakan di Konsel bersama lima Kabupaten lainnya. Diantaranya Kabupaten Bombana, Konawe, Konawe Kepulauan, Buton dan Kabupaten Kolaka, khususnya bagi masyarakat tidak mampu utamanya warga dengan mata pencaharian petani dan nelayan yang tergabung dalam kelompok dalam bentuk Koperasi Produksi Digital Modern melalui KUR,” jelasnya.

Program ini, sambung Abdul Jalil, mulai dilaksanakan pada Oktober 2018 hingga Februari 2019, dengan besaran anggaran diperkirakan kurang lebih 25-30 miliar setiap kabupaten. Serta tidak menggunakan dana APBD maupun APBN, melainkan murni dari dana CSR perusahaan dalam dan luar negeri.

“Sistem Instalasi menyerupai PLN dengan menggunakan meteran dan instalasi listrik yang modern dan canggih, karena sudah bisa digunakan untuk menyalakan TV dan Parabola serta alat elektronik lainnya, beda dengan tenaga surya yang pada umumnya dipakai masyarakat yang juga terbatas penggunaan dayanya,” sambungnya.

“Salah satu contoh teknologi terbaiknya adalah lampu jalan yang hanya 30 watt, tapi setara dengan 90 watt yang tentu hemat energi dan lebih terang, dimana baterainya menyatu dengan bodynya sehingga tidak mudah dicuri, yang mana selama ini lampu jalan terpisah dengan baterainya, jadi semoga dengan program ini seluruh desa di Sultra bisa teraliri listrik,” tutupnya.

PENULIS: MAHIDIN
EDITOR: SALAMUN