Pimpinan dan segenap karyawan dan karyawati serta wartawan/kontributor se Sulawesi Tenggara turut berduka atas berpulangnya Sekertaris Daerah kabupaten Muna, Nurdin Pamone, di RS Awal Bros Makassar, semoga amal ibadahnya diterima disisi Allah Swt
IKLAN DUKA UCAPAN SEKDA MUNA

Mantan Ketua DPD KNPI Tanggapi Dualisme KNPI Wakatobi

tegas.co., WAKATOBI, SULTRA – Mantan ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Wakatobi Asinuru SE mengatakan jika merunut perjalanannya, kepengurusan DPD KNPI Wakatobi ada, karena adanya hasil sebuah Musyawarah daerah (Musda).

“Semua itu melalui perjalanan (waktu). Jika kita memang merunut pada perjalanan hadirnya organisasi KNPI di Wakatobi,” ucap mantan Komisioner KPU Wakatobi ini pada wartawan tegas.co, Selasa (19/03/2019).

Ia mengatakan, secara de factor, kepengurusan DPD KNPI Wakatobi yang diketuai oleh Achmad Aksar lahir dalam sebuah hasil Musyawarah daerah (Musda) ke-III. Dihadiri sejumlah pengurus KNPI tingkat kecamatan dan para Organisasi Kemasyarakat Pemuda (OKP) juga ikut andil dalam proses musyawarah tersebut.

“Pada Musda III KNPI yang digelar di gedung dharma wanita diikuti 8 KNPI kecamatan, dan diikuti 27 OKP (Organisasi Kemasyarakat Pemuda) hal ini sesuai dengan amanah anggaran dasar dan anggaran rumah tangga KNPI. Yang pada saat musda III dibuka oleh ketua DPD KNPI Provinsi Sulawesi Tenggara Syahrul Beddu,”jelasnya.

Terkait soal DPD KNPI Wakatobi versi lain, sambung dia, menggaku tidak paham. Sebab sejarah KNPI di Wakatobi berjalan dan berganti, itu telah sesuai amanah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.

Ia mengatakan, prasyarat musyawarah daerah dalam organisasi KNPI disamping harus diikuti oleh pengurus KNPI tingkat kecamatan, juga diikuti oleh OKP-OKP, selain itu Musda tersebut harus dibuka oleh pengurus DPD KNPI Provinsi Sulawesi Tenggara.

“Jadi muncul KNPI versi lain, saya kurang paham. Tetapi keterpilihan Bung Achmad Aksar sebagai ketua KNPI Wakatobi itu lahir dari hasil Musda, dan saat itu Bung Achmad Aksar secara aklamasi terpilih sebagai ketua, menggantikan kepemimpinan saya di KNPI,” ulasnya kembali.

Asinuru menceritakan, awal mulanya organisasi kepemudaan itu muncul di bumi ‘maritim’ Wakatobi kala itu masih dipegang oleh Pelaksana tugas (Plt) Syamsul Bahri (saat ini Kadis Pajak dan Retribusi) tahun 2005-2006. Pada tahun tersebut, digelarlah pelaksanaan Musyawarah daerah (Musda) pertama.

“Pada Musda I yang digelar di gedung dharma wanita saat itu terpilih lah Kanda Sahibuddin Najib, selaku ketua DPD KNPI Wakatobi, dimana sekretarisnya adalah saya,” katanya.

Lanjut dia, setelah berakhirnya masa jabatan Sahabuddin Najib, maka pemilihan ketua KNPI kembali dilakukan, saat itu pemilihan dilakukan di aula pertemuan Tsanawiyah (MTsN) Wanci.

“Melalui hasil Musyawarah daerah ke-II maka kepengurusan DPD KNPI terbaru terbentuk. Dan saat itu saya dipercaya sebagai ketua KNPI pada hasil Musda yang kedua,” ujar pria yang murah senyum ini.

“Semua proses penyelenggaraan musda dari musda I hingga Musda III itu melalui tahapan sesuai atau mekanisme yang diatur anggaran rumah tangga KNPI,” tutupnya.

KONTRIBUTOR: RUSDIN

PUBLISHER: MAS’UD

Advertisements
Iklan HUT Bhayangkara Sutan Raja Hotla Kolaka
Iklan DISkomimfo HUT Antam
Iklan HUT MUNA ke 60
Iklan Kominfo Sultra HUT Bhayangkar
IKLAN DUKA IBU AGISTA ARIANY
Iklan HUT Bhayangkara ke 73 Kota Kendari
Iklan HUT Bhayangkara DPRD Butur
Iklan HUT Bhayangkar Butur
Iklan DPR Butur HUT Bhayangkara
Iklan DUka DISkominfo Prov Sultra
Iklan Pemda Butur HUT Butur ke 12
Iklan DPRD HUT Butur
Iklan HUT Bhayangkara Antam
Iklan HUT Bhayangkara Buteng
Hub (i) kami disini
error: Content is protected !!