oleh

3 Jembatan Darurat Rampung Hasil Swadaya Warga Desa Teposua Kolut

Satu dari 3 Jembatan darurat yang belum selesai dikerjakan

TEGAS.CO., KOLAKA UTARA – Untuk mendukung kelancaran akses transportasi warga keluar masuk dusun III dan IV Desa Teposua, Kecamatan Pakue Utara, Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra) sekaligus menyambungkan Desa Pakue, pemerintah desa (Pemdes) Teposua bersama warganya bergotong royong bangun 3 jembatan dengan dana swadaya.

Satu dari 3 jembatan darurat yang telah selesai dikerjakan

Jembatan yang dibangun secara swadaya itu telah rampung dan bisa dinikmati warga untuk memperlancar arus transportasi desa. Karena jembatan penghubung antara desa ini memiliki fungsi yang cukup penting dalam mendukung kelancaran untuk mengangkut hasil pertanian dan perkebunan warga setempat.

Kepala Desa Teposua, Rahmad Sabahi mengatakan, kami sudah melaporkan ke anggota DPRD Kolut saat Reaes untuk pembangunan 3 jembatan secara permanen dan sudah dijanjikan untuk penganggaran tahun 2021 mendatang, namun karena sifatnya darurat maka kami bergotong royong dengan membuat jembatan darurat dengan menggunakan batang kelapa. Saya secara pribadi dan atas nama Kepala desa berterimakasih kepada masyarakat desa Teposua yang rela bergotong-royong untuk membangun jembatan darurat ini.

“Alhamdulillah 3 jembatan sudah selesai dan jembatan ini merupakan akses penghubung antar warga dusun III dan IV yang sekaligus menghubungkan dengan Desa Pakue jalur kantor camat Pakue Utara,” ungkapnya.

Jalur di 3 jembatan adalah merupakan akses utama perekonomian warga desa, karena lokasi ini merupakan lahan kebun dan warga dusun III yang mengelola tambak.

Ia mengatakan, kenapa Ia tidak menggunakan dana desa untuk pembangunan 3 jembatan ini, karena dana desa terserap ke bantuan sosial Covid – 19, sehingga ada beberapa item pekerjaan fisik dibatalkan termaksud pembuatan 3 jembatan ini.

“Akses jalur ke 3 jembatan ini, sebagai jalur alternatif-by pass (jalan pintas) ke lahan tambak yang memperdekat jarak ke lokasi kebun maupun lokasi tambak,” terangnya.

Dijelaskannya, biasanya warga menuju lokasi kebun dan ke tambak harus memutar dengan jarak 6 kilo meter, namun dengan terbangunnya jembatan ini, warga tinggal 2 kilo sudah sampai ke lokasi dengan medan yang aman.

Kepala Desa Teposua, Rahmad Sabahi berharap agar pemerintah daerah Kolaka Utara dapat membantu menganggarkan pembangunan 3 jembatan secara permanen agar warga bisa menikmati apa yang di sebut pembangunan yang merata di setiap desa.

Reporter: IS
Editor: H5P

DMCA.com Protection Status