Example floating
Example floating
Iklan ramadhan 2024 arkam
DaerahSultra

PKL Nakal Bakal di Tindak tegas Satpol PP Kota Kendari

971
×

PKL Nakal Bakal di Tindak tegas Satpol PP Kota Kendari

Sebarkan artikel ini

tegas.co, KENDARI, SULTRA- Masih banyaknya bangunan Pedagang Kaki Lima (PKL) diatas sempadan jalan dan trotoar membuat kebanyakan masyarakat terganggu, baik itu pengguna jalan ataupun keberadaan drinase yang tertutup dan dapat menyebabkan banjir.

Kepala satuan Pol PP Kota Kendari Amir hasan, S.Tp. SH, M.Si
Kepala satuan Pol PP Kota Kendari Amir hasan, S.Tp. SH, M.Si

Terkait masih banyaknya bangunan PKL di sempadan jalan, termasuk di atas trotoal, Satuan pol PP tetap akan melakukan penertiban. Penertiban itu dilakukan dengan cara pendekatan persuasive, sosialisasi hingga pembongkaran paksa.

“Penertiban PKL tersebut dimaksudkan, agar Kota kendari ini tidak sembrawut dengan keberadaan PKL di atas trotoar, bahu-bahu jalan. Selain itu juga akan menggangu ruas pengguna jalan dan juga macetnya arus air di saluran atau drinase,”Ujar kasat pol PP Kota Kendari  Amir Hasan, S.TP, SG, M.Si kepada awak media ini, senin (27/3).

Mantan camat kadia itu mengaku, program penertipan PKL harus betul betul maksimal dan tanpa ada lagi bangunan kios yang berdiri di sempadan jalan atau trotoar yang menutup saluran drainase.

“Kami akan tetap melakukan patroli setelah penertipan karena tidak menutup kemungkinan ada PKL nakal yang kembali mendirikan kios mereka”,Tegasnya.

Pemegang sabuk dan III Beladiri kempo itu berharap, penertiban PKL di jalur jalan sempatan dan di atas trotoar di Kota Kendari diharapkan Kota kendari yang menjadi ibukota provinsi Sulawesi Tenggara menjadi kota yang indah penataannya dengan tidak terlihat kumuh.

“Umtuk masyarakat Kota Kendari di himbau agar tidak ada PKL nakal yang mendirikan bangunan atau untuk berdagang diatas trotoar dan sempadan jalan lagi pasca penertiban. Karena jika masih ada lagi, maka satpol PP akan menertibkan dengan paksa yakni melakukan pembongkaran,”Tandasnya.

BAIM J / HERMAN

Terima kasih

error: Jangan copy kerjamu bos