Example floating
Example floating
Iklan ramadhan 2024 arkam
DaerahSultraTegas.co Nusantara

Diserang Hama Tikus, Petani Sawah di Desa Ronta Terancam Gagal Panen

942
×

Diserang Hama Tikus, Petani Sawah di Desa Ronta Terancam Gagal Panen

Sebarkan artikel ini

 

tegas.co., BUTUR, SULTRA – Petani sawah di Desa Ronta, Kabupate Buton Utara, saat ini diresahkan munculnya serangan hama tikus, yang sangat sulit dibasmi. Akibatnya, banyak petani sawah terancam gagal panen.

Salah Satu Kawasan Petak Sawah di Ronta, Buton Utara, yang terserang Hama Tikus, Jumat (14/04/2017). FOTO : MIRDAT

Kaslan, salah seorang petani di Desa Ronta, yang ditemui pada Jumat (14/04), mengatakan, hama tikus tahun ini beda dengan hama tikus tahun sebelumnya, lebih banyak dan ganas sehingga sangat sulit dikendalikan.

Dua hektar lahan persawahan Kaslan, kini binasa diserang hama tikus.  Ia mengaku, kewalahan menghadapi hama tikus tahun ini, Berbagai cara telah dilakukan, tapi tidak berhasil.

,”Tikus tahun ini berlebihan, sawah-ku dua hektar hanya berapa malam habis, kita racun malah semakin bertambah tikusnya, saya pasrah saja yang ada sekarang tinggal rumput, “terang Kasla.

Petani lainya Supardin menjelaskan, dari empat petak sawah miliknya, kini tersisa dua petak yang belum diserang hama tikus.

“Saya heran lihat bekasnya tikus ini,  nanti selesai satu petak baru pindah kepetak lainya,  pada akhirnya akan habis semuanya, “ungkapnya dengan nada pasrah.

Hal sama juga keluhkan La Ode, sawahnya juga menjadi sasaran serangan tikus.  Hanya berapa malam tanaman padinya ludes seketika, kondisi ini membuat La Ode, patah samangat.

“Kita lihat padinya masih berdiri,  beberapa hari kemidian kita lihat sudah kuning dan pada akhirnya mati, karena batangnya sudah dimakan tikus, selain tikus juga orong-orong, “katanya

Lanjutnya, musim tikus biasa muncul antara bulan tujuh dan bulan delapan.  Pada bulan tersebut, semua petani biasanya telah panen.

“Tahun ini hama tikus muncul lebih awal, kita menanam bulan satu atau bulan dua pada bulan tujuh, delapan kita sudah panen tapi putaran tahun ini lain,”terangnya.

MIRDAT

PUBLICIZER: MAS’UD

Terima kasih

error: Jangan copy kerjamu bos