Example floating
Example floating
Iklan ramadhan 2024 arkam
DaerahSultra

Polda Sultra Sosialisasi Ancaman Radikalisme di Mubar

844
×

Polda Sultra Sosialisasi Ancaman Radikalisme di Mubar

Sebarkan artikel ini

tegas.co, MUNA, SULTRA – Mengantisipasi ancaman munculnya faham atau gerakan radikalisme atau terorisme, Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra), bagian Direktorat Intelijen Kemanan (Intelkam), bersama Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Muna Barat (Mubar) menggelar sosialisasi ancaman Radikalisme bersama perwakilan para tokoh Pemuda dan tokoh Masyarakat, se Kabupaten Muna Barat di Balai Desa Mekar Jaya, Kecamatan Tiworo Tengah, Kamis pagi (27/4).

Sosialisasi faham radikalisme yang dilaksanakan Polda bersama Pemkab Muna Barat. FOTO : ROS
Sosialisasi faham radikalisme yang dilaksanakan Polda bersama Pemkab Muna Barat.
FOTO : ROS

Dalam sambutannya Dirrektur Intelkam Polda Sultra Kombes. Jumsan mengatakan, pentingnya kegiatan sosialisasi tersebut, untuk memberi pemahaman ke Masyarakat, terkait ancaman munculnya faham atau gerakan radikalisme atau terorisme, termasuk penggalangan kelompok untuk kontra radikal dan deradikalisasi.

“Radikalisme kelompok ISIS sudah menjadi perhatian dunia, terutama Indonesia. Ideologi dan mainset ISIS telah mengatasnamakan agama. Gerakan ISIS juga telah masuk di media untuk mempengaruhi Masyarakat. ISIS untuk propaganda,” Ujar Kompol Jumsan.

Ia menambahkan, untuk mengantisipasi adanya gerakan dari kelompok ISIS dibutuhkan peran semua pihak, terutama para tokoh agama, tokoh Masyarakat, termasuk Pemuda. Sebelumnya, Polri atas bantuan TNI telah berhasil menangkap sejumlah anggota ISIS atau terorisme.

Sementara Kepala Kesbangpol Mubar, Laode Andi Muna, S. Sos, M.Si, mengatakan, pihak Pemerintah Daerah (Pemda) Mubar, melalui Kesbangpol menolak keras munculnya faham radikalisme atau terorisme di wilayah Kabupaten Muna Barat.

“Gerakan radikalisme atau terorisme telah menjadi permasalahan dunia termasuk di Bangsa ini. Untuk mengantisipasi hal itu, dibutuhkan keterlibatan semua pihak, tesmasuk memperkuat soliditas,” Kata Laode Andi Muna.

Ditambahkan, sebagai upaya atau langkah antisipasi untuk mencegah atau mengatasi munculnya faham radikalisme atau terorisme, pihak Pemda Mubar melalui Kesbangpol telah berinisiatif membentuk lembaga adat. Dimana keberadaan lembaga adat tersebut dinilai penting, yakni untuk menjaga atau melestarikan nilai- nilai budaya atau kearifan local, termasuk mencegah munculnya faham radikalisme atau terorisme, khususnya di wilayah Mubar.

Senada dikemukakan Dr. Laode Wahab, M.Pd, bahwa kondisi nilai- nilai bangsa saat ini telah mengalami degradasi (luntur). Hal itu, diantaranya pengaruh muculnya faham atau gerakan kelompok radikal. Bahkah sejumlah aliran atau ideology kelompok radikal ingin meruntuhkan pancasila.

“Peran semua pihak, terutama kalangan Pemuda sangat penting untuk melawan atau menolak munculnya faham radikalisme. Pancasila telah sesuai kerangka besar Al- Qur’an,” Ungkapnya.

ROS / HERMAN

 

Terima kasih

error: Jangan copy kerjamu bos