Example floating
Example floating
Iklan ramadhan 2024 arkam
DaerahTegas.co Nusantara

Petisi Wild Water, Sebagai Perlawanan Ilegal Fishing di Indonesia

904
×

Petisi Wild Water, Sebagai Perlawanan Ilegal Fishing di Indonesia

Sebarkan artikel ini

tegas.co, YOGYAKARTA – Berbagai macam cara dalam mendukung pemerintah Indonesia untuk menegakkan undang-undang yang telah dibuat, salah satunya aksi yang dilakukan Wild Water regional Jogja, di Kilometer 0, Sabtu (29/4/2.17) malam.

Aksi perlaweanan terhadap ilegal fishing di Yogyakarta. FOTO : NADHIR
Aksi perlaweanan terhadap ilegal fishing di Yogyakarta.
FOTO : NADHIR

Wild Water adalah sebuah komunitas yang concern pada gerakan melawan ilegal fishing dengan menggunakan cara meracun, membom dan menyetrum.

Aksi yang dilakukan Wild Water Jogja tersebut membuat sebuah petisi lewat tanda tangan sebagai dukungan masyarakat terhadap himbauan untuk menghindari aksi ilegal fishing.

“Malam ini kami membuat petisi lewat tanda tangan dan juga sebagai dukungan masyarakat. Kita bergerak melawan ilegal fishing yang telah menggunakan cara yang tidak baik” Ujar Koordinator Wild Water Jogja, Riky.

Riky menuturkan, hasil dari petisi yang dilakukan masyarakat malam ini akan diserahkan langsung kepada Menteri Perikanan dan Kelautan, Susi Pudjiastuti.

“Dukungan petisi ini akan kita tunjukkan kepada Ibu Menteri Perikanan dan Kelautan untuk lebih mempertegas lagi tentang undang-undang ilegal fishing, agar perairan yang di air tawar lebih diperhatikan lagi” Tuturnya.

Riky menganggap dengan langkah-langkah kampanye seperti ini juga di medsos, bisa lebih efektif dan efisien.

Saat ini masih terhitung banyak ilegal fishing, disetiap daerah seperti Kalimantan, Sulawesi, masih tercatat banyak kasus menangkap ikan dengan cara membom, meracun dan menyetrum.

Selain membuat petisi malam ini, Wild Water Jogja juga akan mengadakan syukuran kecil dan Minggu (30/4/2017) besok akan melakukan rilis dan menebar ikan disungai, juga sebagai langkah meregenerasi lingkungan yang telah rusak.

NADHIR ATTAMIMI / HERMAN

Terima kasih

error: Jangan copy kerjamu bos