Example floating
Example floating
Iklan ramadhan 2024 arkam
DaerahEkobishotelSultra

Deflasi di Sultra Berlanjut Pada April 2017 

873
×

Deflasi di Sultra Berlanjut Pada April 2017 

Sebarkan artikel ini

tegas.co, KENDARI, SULTRA – Trend deflasi di Sulawesi Tenggara masih berlanjut pada bulan April 2017 ditandai dengan deflasi sebesar 0,27 persen (mtm) atau lebih besar jika dibandingkan deflasi pada bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 0,17 peesen (mtm).

Kepala BI Perwakilan Sultra Pinot Purwahono. FOTO : FAISAL
Kepala BI Perwakilan Sultra Pinot Purwahono.
FOTO : FAISAL

Kepala BI Sultra, Minot Purwahono mengatakan, secara spasial peningkatan deflasi terutama terjadi di Kota Baubau, sedangkan deflasi di Kota Kendari tercatat lebih rendah jika dibandingkan deflasi pada bulan sebelumnya.

“Deflasi terutama didorong oleh penurunan harga pada kelompok bahan makanan diantaranya beras, sayur-sayuran dan bumbu-bumbuan serta tarif angkutan udara. Kemudian adanya kenaikan tarif tenaga listrik pada bulan April menahan laju deflasi pada periode laporan,”Ungkap Minot kepada sejumlah awak media, Jum’at (05/05).

Dengan perkembangan tersebut, lanjut Minot, inflasi tahunan di Sultra sampai dengan bulan April 2017 tercatat 0,63 persen (ytd) atau secara tahunan sebesar 2,64 persen (yoy).

“Angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang tercatat telah mencapai 1,28 persen (ytd) atau 4,71 persen (yoy),”tambahnya.

Ia menjelaskan, kelompok volatile food masih mengalami trend penurunan yang didorong oleh bertambahnya pasokan komoditas bahan makanan di pasar. Berbeda dengan periode sebelumnya, penurunan tekanan inflasi pada kelompok volatile food secara dominan terjadi di Kota Baubau, sementara di Kota Kendari justru tercatat mengalami peningkatan.

Lanjutnya, peningkatan pasokan komoditas sayur-sayuran dan bumbu-bumbuan di pasar merupakan penyebab dari terjadinya deflasi pada kelompok ini. Selain itu, masuknya musim panen komoditas pangan dan distribusi barang yang berjalan lancar turut mendorong deflasi pada bulan April 2017.

“Meski masih mengalami deflasi, komoditas ikan segar mulai menunjukan adanya peningkatan tekanan harga antara lain untuk ikan kembung, ikan bandeng dan ikan bawal,”Tuturnya.

Sementara itu, secara tahunan, inflasi volatile food mencapai sebesar – 0,24 persen (yoy). Inflasi inti pada April 2017 juga tercatat mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya.

“Kondisi tersebut disebabkan oleh penurunan harga yang terjadi pada kelompok makanan jadi dan kelompok sandang,” Tandasnya.

LM FAISAL / HERMAN

Terima kasih