Example floating
Example floating
Iklan ramadhan 2024 arkam
DaerahTegas.co Nusantara

Tingkatkan Literasi (Melek) Masyarakat, Disdik Yogyakarta Canangkan GIM

927
×

Tingkatkan Literasi (Melek) Masyarakat, Disdik Yogyakarta Canangkan GIM

Sebarkan artikel ini

tegas.co, YOGYAKARTA – Budaya membaca dan kemampuan membaca masyarakat Indonesia tergolong rendah, hal tersebut diperoleh dari data UNESCO tahun 2012, kemampuan membaca anak Indonesia hanya 0,001 persen Itu artinya hanya satu anak dalam 1000 anak yang menghabiskan bacaan selama setahun.

Budaya membaca dan kemampuan membaca masyarakat Indonesia tergolong rendah, hal tersebut diperoleh dari data UNESCO . FOTO : NADHIR
Pencanangan Budaya membaca dan kemampuan membaca masyarakat Indonesia tergolong rendah, hal tersebut diperoleh dari data UNESCO .
FOTO : NADHIR

Data tersebut tidak jauh beda dengan The Organisation for Economic  Co-operation and Development (OECD) yang menyebutkan Indonesia berada diperingkat ke-52 dari 62 Negara Asia. Dan masih banyak lainnya survey-survey yang menyatakan rendah tingkat baca masyarakat Indonesia.

Untuk mengatasi hal tersebut, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI bersama Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta mencanangkan Gerakan Indonesia Membaca (GIM) di Kota Yogyakarta.

Gerakan Indonesia Membaca (GIM) merupakan salah satu strategi yang diterapkan oleh pemerintah dalam rangka mendorong masyarakat untuk gemar membaca.

GIM diharapkan mampu mengembangkan masyarakat untuk menjadi aksarawan cerdas, kreatif dan produktif serta melestarikan dan meningkatkan kemampuan membaca, menulis dan berhitung bagi masyarakat program pasca keaksaraan.

Dengan demikian melalui GIM akan mampu bermunculan prakarsa dan patisipasi masyarakat bersama pemerintah. Secara kolaborasi membangun budaya baca masyarakat dengan cara menyediakan berbagai macam sarana dan prasarana serta media yang diperlukan untuk membangun masyarakat pembelajar.

Ketua Panitia Pameran, Aksi, dan Apresiasi Literasi GIM 2017, Mahyudin Al Mudra menerangkan, perlunya apresiasi dan dukungan sehingga menjadi suatu gerakan yang berkesinambungan yang pada gilirannya akan meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia.

“Keguatan tersebut harus selalu didukung agar bisa menjadi gerakan yang berkesinambungan dan akan meningkatkan minat baca masyarakat, agar terwujudnya generasi yang melek (literasi), haus akan ilmu dan menjadi pembelajaran sepanjang hayat,”Ungkapnya., Sabtu (6/5/2017).

Selain itu, Mahyudin berharap kegiatan tersebut akan menjadi media penyampai informasi kepada masyarakat Kota Yogyakarta khususnya dan DIY umumnya, sehingga dapat menggugah motivasi dan mendorong partisipasi masyarakat dalam peningkatan tersebut.

Kepala Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan Kemdikbud RI, Emi Emilia mengatakan peran keluarga juga sangat penting dalam pembangun literasi (melek).

“Keluarga juga perlu mengembangkan literasi, menurut penelitian bahwa literasi berawal dari rumah kemudian sekolah, jadi peran keluarga sangat penting,”Tuturnya.

Beliau juga menerangkan, bahwa semua itu butuh proses, kerja keras, karena literasi tidak bisa dirasakan satu atau dua hari kedepan tetapi literasi sebuah kegiatan atau tindakan yang akan dinikmati dua hingga tiga tahun kedepan, perlu kesabaran.

Emi berharap agar kedepannya masyarakat bisa lebih kritis lagi, sehingga bisa berdampak kebanyak aspek.

“Kalau bisa membaca, menulis, dan mendengarkan dengan baik maka kemampuan kritis dan cara pandangnya juga akan berbeda,”Tutupnya.

NADHIR ATTAMIMI / HERMAN

Terima kasih

error: Jangan copy kerjamu bos