Berpakaian Daerah, Forum BEM DIY Peringati Harlah Pancasila

tegas.co., YOGYAKARTA – Dengan menggunakan pakaian khas Daerah, Forum Badan Eksekutif Mahasiwa (BEM) DIY menggelar Aksi Damai peringati Hari Lahir Pancasila di Tugu Pal Putih, Selasa (30/5/2017). Aksi tersebut bertajuk “Selamatkan Pendidikan dari Radikalisme, Pancasila adalah Solusi”.

Berpakaian Daerah, Forum BEM DIY Peringati Harlah Pancasila
Berpakaian Daerah, Forum BEM DIY Peringati Harlah Pancasila FOTO : NADHIR ATTAMIMI

Koordinator Umum Aksi Damai, Nur Fatah menerangkan, aksi yang mereka gelar tersebut menutut pemerintah agar cepat melakukan pencegahan radikalisme terutama di kampus-kampus, yang mana ideologi pancasila para mahasiswa mulai terkikis.

Iklan Antam HBA

“Kami menuntut pemerintah agar menyelamatkan pendidikan kita, kita meminta pemerintah cepat melakukan tindakan terkait pencegahan radikalisme, jangan sampai kita mahasiswa sebagai penerus generasi kehilangan ideologi pancasila,”ungkapnya.

Selain itu, Fatah menuturkan, pihaknya saat ini mendesak pemerintah untuk bisa segera membenahi sistem pendidikan di Indonesia, dengan memasukkan nilai-nilai kebangsaan dan ideologi Pancasila secara massif dalam kurikulum pendidikan nasional.

“Perlunya kurikulum yang terkait dengan kebangsaan dan pancasila harus dimasifkan dalam dunia pendidikan, entah itu di kampus-kampus maupun di sekolah-sekolah,”ujarnya.

Menurutnya, salah satu cara tumbuh suburnya faham radikalisme dikarenakan adanya ketimpangan sosial, makanya pemerintah harus selalu sigap terkait masalah tersebut.

“Ketimpangan sosial juga mempengaruhi tumbuhnya faham radikalisme, artinya ekonomi dibetulkan, rakyat segera diberikan kesejahteraan, agar Pemerintah bisa lebih dipercaya oleh rakyat, jadi tidak akan lagi ada gerakan yang berpotensi memecah belah NKRI dan merongrong Pancasila,”tuturnya.

Ia juga menduga, faham-faham yang menyimpang tersebut telah tumbuh subur di dunia pendidikan, hanya saja tidak terlalu terdeteksi keberadaanya. Apabila tidak segera dicegah, secepatnya akan menjadi bola salju yang mampu memecah.

“Kami menduga faham-gaham tersebut telah masuk ke kampus-kampus, cuman tidak terlalu frontal, artinya persentasi tidak sebesar kita yang mencintai Pancasila dan NKRI tapi kalau ini dibiarkan, akan menjadi satu bola salju,”paparnya.

Gerakan-gerakan tersebut memiliki dampak negatif,  Fatah menjelaskan, kalau saja generasi mudah tidak cinta Pancasila dan tidak cinta NKRI, maka gerakan-gerakan dan konflik tersebut akan segera pecah.

“Pemerintah harus cepat turun tangan dalam melakukan tindakan pencegahan,”tegasnya.

Secara garis besar, Fatah menerangkan, saat ini disetiap kampus ada beberapa kelompok- kelompok yang menyasar ke faham-faham radikalisme. BEM DIY, telah melakukan upaya persuasif dan administratif.

Ia mengaku hanya bisa sebatas itu, pemerintahlah yang memeiliki peran strategis. Harapannya, melalui aksi-aksi seperti ini, pemerintah cepat menanggapi.

“Melalui aksi ini, kami berharap pada Pemerintah agar secepatanya merespon lah, sebelum terlambat,”pungkasnya.

NADHIR ATTAMIMI

PUBLISHER : MAS’UD

Komentar