oleh

Ini Penyebab Sekda dan Anggota Dewan Wakatobi Bersitegang

Logo tegas.coDireksi & Redaksi tegas.co mengucapkan Selamat & Sukses Konferensi PERSATUAN WARTAWAN INDONESIA (PW)I Sulawesi Tenggara pada 9 - 11 Juli 2021 “Tingkatkan Profesionalisme Wartawan Di tengah Pandemi Covid19 Menyongsong HPN 2022 di Kendari””
Anggota DPRD Wakatobi saat bersitegang dengan Sekda

TEGAS.CO., WAKATOBI – Rapat amandemen khusus Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dengan Pemerintah Kabupaten Wakatobi pada Rabu 14 Juli 2021, soal Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) terkait Pertanggung Jawaban APBD 2020, ditunda sementara waktu.

“Tok..tok…tok. Rapat ditutup dengan waktu yang belum ditentukan,” bunyi palu pimpinan DPRD, yang diketuk oleh Wakil Ketua DPRD Arifuddin.

Sebelumnya, kericuhan antara Sekda La Jumadin dengan anggota DPRD Muh Ikbal berawal dari reaksi politisi PAN ini (Muh Ikbal) saat mempertanyaan janji pemerintah daerah dalam menuntaskan masalah penerima beasiswa Pendidikan Indonesia Pintar (PIP) Sekolah Satap di pulau Runduma.

Sebagai putra asli Runduma sekaligus wakil rakyat daerah pemilihan 4 Tomia, ia memiliki andil menagih langkah serius Pemda. Menurutnya, hingga saat ini masalah tak kunjung diselesaikan oleh Pemda.

“Kalau saya lihat datanya ini pak Sekda, ditahun lalu, kita pernah diskusikan. Pernah saya disampaikan akan diganti kepala sekolahnya, tapi sampai hari ini…,”. Tiba-tiba terdengar suara intrupsi dari Sekda.

“Izin, izin pimpinan,” pinta La Jumadin, sambil memotong pertanyaan politisi muda ini.

“Tunggu dulu, saya belum selesai bicara,” ucap Ikbal dengan nada tegas.

“Saya juga punya hak untuk berbicara,” pinta Sekda ke pimpinan rapat.

Oleh pimpinan rapat, Hamiruddin mempersilahkan anggota DPRD Ikbal untuk melanjutkan pertanyaannya.

“Diselesaikan dulu, baru Pemda menjawabnya,” sahut pimpinan rapat.

Tak terima narasi bicaranya dipotong, Muh Ikbal, naik pitam. Dengan nada keras, ia terus menjelaskan maksud pertanyaannya.

Perdebatan adu mulut pun terjadi. “Ini perlu dijelaskan pak, karena saya tahu pasti PIP pulau Runduma,” ungkapnya.

“Jadi begini, pak ketua,” ucap Sekda dengan maksud ingin menjelaskan.

“Jangan dipotong, ini masih hak saya pak,” timpal Ikbal kepada Sekda.

“Saya juga punya hak disini untuk berbicara, pak Ikbal. Saya juga manusia,” kesal La Jumadin, dengan suara lantang.

Situasi rapat pun tidak kondusif lagi, dengan saling lempar kata-kata, membuat Ketua DPRD memilih mengskorsing rapat. Kendati reaksi adu mulut pun masih terus berlanjut meski rapat sudah ditutup.

Menurut info, pasca kekisruhan itu, baik Sekda La Jumadin maupun Politis PAN Muh Ikbal sudah saling bermaafan

Reporter : RUSDIN

Editor : YUSRIF

DMCA.com Protection Status

Komentar