Example floating
Example floating
Sultra

Sultra Bisa Dibangun Jika Pemudanya Bersatu, Gubernur Berharap KNPI Satu Wadah

939
×

Sultra Bisa Dibangun Jika Pemudanya Bersatu, Gubernur Berharap KNPI Satu Wadah

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sultra saat bincang bersama ketua dan pengurus KNPI Sultra

TEGAS.CO.,SULTRA – Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), H. Ali Mazi, SH secara tegas mengatakan bahwa Sultra hanya bisa dibangun jika pemudanya bersatu, untuk itu Ia berharap Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di Sultra harus satu wadah.

Hal demikian, kata Gubernur, dikarenakan hanya dengan memiliki wadah tunggal maka tugas-tugas organisasi menjadi lancar dan dengan mudah dapat berkolaborasi dengan pemerintah provinsi.

“Yang paling penting dari berorganisasi adalah semata-mata untuk belajar, mulai dari belajar bekerja sama hingga belajar mencari sahabat,” ujar Gubernur.

Berorganisasi juga berarti menjalin silaturahmi dan memikirkan kemajuan daerah tercinta, yang harus dibangun bersama-sama para generasi muda dan pemerintah.

Foto bersama usai bincang singkat bersama Gubernur

Namun, tambah Gubernur, jika kesadaran akan pentingnya penyatuan itu tidak dimiliki maka cita-cita untuk membangun daerah ini akan sulit diraih.

“Jadi yang terpenting sekarang ini, bagaimana generasi muda ini membangun kesadaran, bahwa untuk membangun daerah ini pemerintah membutuhkan pemuda yang menyatu dan bersatu padu, punya wawasan, serta kecerdasan yang luar biasa,” pungkas nakhoda tertinggi pemerintahan di Bumi Anoa itu.

Pemuda seperti itu, sambung gubernur, akan tahu betul dan mengenali bahwa daerah ini dapat dibangun dengan kesadaran penuh sesama generasi bangsa, khususnya anak muda Sulawesi Tenggara.

“Sultra ini tidak bisa dibangun sendiri-sendiri, apalagi hanya dengan mencari pengakuan sana-sini,” tukas orang nomor satu di Sultra itu.

Gubernur mempersilahkan KNPI berjalan dan berkolaborasi dengan pemerintah, Ia Juga menegaskan bahwa setiap kegiatan yang bersifat kepemudaan akan selalu didukung oleh pemerintah.

H5P

Terima kasih

error: Jangan copy kerjamu bos