oleh

Perbasasi Sultra Terus Berbenah Menghadapi PON Papua

Ketua Perbasasi Sultra DR. Ir. H. Pahri Yamsul, M.Si
Ketua Perbasasi Sultra DR. Ir. H. Pahri Yamsul, M.Si

TEGAS.CO,. SULTRA – Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Baseball dan Softball Seluruh Indonesia (Perbasasi) Sulawesi Tenggara (Sultra) terus mempersiapkan diri jelang Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua Oktober 2021 mendatang.

Seperti yang diketahui, tim Softball Sultra adalah tim yang berhasil meraih medali emas di PON Jawa Barat empat tahun lalu dan untuk saat ini merupakan tim terbaik se-Indonesia. Peluang Perbasasi Sultra di PON sangat besar karena merupakan juara bertahan pada Pon sebelummya.

Iklan Mubar Iklan Mubar

Hal tersebut diungkapkan ketua Perbasasi Sultra DR. Ir. H. Pahri Yamsul, M.Si usai Rapat Kerja (Raker) di Sekretariat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sultra dengan agenda pembahasan tentang kesiapan seluruh cabang olahraga (cabor) menghadapi PON Papua.

“Peluang kita sangat besar, karena kita disoftball adalah jawara bertahan untuk putra. Softball adalah olahraga tim. Jadi sudah rasa keluarga tidak boleh terpisah-pisah,” ujarnya. Kamis, (4/3/2021).

Dikatakannya, bahwa saat ini Perbasasi Sultra terkendala di pelatih. Sebab, pelatih asal Filipina yang telah dikontrak, saat ini belum bisa masuk ke Indonesia, karena harus mengurus dan mempunyai visa kerja terlebih dahulu.

“Kami meminta kepada KONI untuk memberikan kontrak kerja dibawah tangan secara administrasi saja agar dapat visa kerja sehingga bisa masuk ke indonesia,” jelasnya.

Lebih ia menyampaikan, bahwa tim Softboll Sultra akan mengikuti liga Softball yang akan diselenggarakan di Jakarta. Tujuannya, adalah untuk mengetahui seberapa besar peluang tim Softball Sultra meraih prestasi di PON Papua mendatang.

“Kami harus ikut, karena seluruh tim Softball yang akan tampil di Pon Papua nanti akan bertemu pada liga tersebut, sehingga kita bisa melihat peluang kita seperti apa di Pon nanti,”ujarnya.

Dia, menambahkan, tim Softball dibawah kepimpinannya akan melakukan Training Center (TC) pada Mei 2021 inidi Manila, Filipina.

“TC kita di Kendari masih kurang maksimal karena atlet kurang fokus, mereka masih pegang Hp, pengalaman PON kita di Jawa Barat kemarin, mereka (atlet) selama enam bulan tidak boleh behubungan dengan siapapun, hpnya di simpan jadi kita akan kembali di Manila,” pungkasnya.

ARS/YA

Komentar

Iklan Kominfo Sultra