Kampung Hompimpa Hadir Untuk Memperkenalkan Kembali Permaian Tradisional

tegas.co, YOGYAKARTA – Saat ini banyak generasi baru yang kurang bahkan tidak mengetahui permainan tradisional itu seperti apa. Jangankan dikota besar, di desa pun banyak anak-anak yang sudah terpengaruh dengan permainan masa kini yang berbasis online hingga melupakan budaya orang tuanya dulu.

Permainan Tradisional yang dimainkan anak-anak di Yogyakarta. FOTO : NADHIR
Permainan Tradisional yang dimainkan anak-anak di Yogyakarta.
FOTO : NADHIR

Berbekal ingin membangun suatu komunitas berbasis Sosial dan Budaya, yang lebih concern dibidang Pendidikan, Kampoeng Hompimpa yang terpusat di Kota Tangerang, kini hadir dihadapan masyarakat Kota Yogyakarta. Dengan tujuan yang sama, ingin memperkenalkan dan melestarikan kembali permainan tradisional kepada generasi masa kini.

Iklan Antam HBA

Rico, Hanif, Ridwan dan Ceceu, empat orang inilah yang menginisiator untuk membangun jaringan Kampoeng Hompimpa di Kota Jogja. Rico mengatakan, anak-anak generasi sekarang banyak yang sudah terdoktrin permainan yang berbasis gadget hingga tidak mengerti permainan tradisional itu seperti apa.

“Anak-anak zaman sekarang lebih senang bermain Gadget, dengan keadaan seperti itu, kami memiliki ide untuk memperkenalkan dan melestarikan lagi permainan tradisional lewat Kampoeng Hompimpa,” kata Rico, Yogyakarta, Sabtu (13/5/2017) malam.

Selain untuk memperkenalkan dan melestarikan kembali, Ia menerangkan, juga sebagai salah satu cara untuk lebih melatih lagi peranan otak kanan agar semakin kreatif.

Dengan adanya komunitas ini, Ia dan teman-teman lainnya berharap agar anak-anak saat ini memiliki pengetahuan tentang permainan-permainan tradisional sehingga mereka bisa mengenal, sekaligus mampu memainkannya dan melestarikannya.

Komunitas yang baru sebulan hadir di Jogja ini ternyata memiliki antusias tinggi dari masyarakat, mulai anak kecil, dewasa, hingga orang tua. Tak terkecuali salah satu Mahasiswi Pascasarjana UGM ini, Tulus Rian Pangesti.

Berawal dari keinginannya untuk merawat budaya orang tua dahulu yang mana saat ini hampir tertindas komodernan, Ia dan 24 teman lainnya telah tercatat sebagai Volunteer di Kampoeng Hompimpa Yogyakarta.

“Saya ingin ikut berperan penting dalam mengenalkan permainan tradisional ini kepada generasi sekarang, karena semakin kesini, permainan tersebut semakin rapuh hingga bahkan banyak yang tidak mengetahuinya,”tuturnya.

Ia mencontohkan bentuk bukti kerapuhan permainan tradisional tersebut, yang mana di kampung halamannya sendiri pun sudah tidak lagi Ia temui anak-anak memainkan permainan tersebut, semua sibuk dengan benda kecil bernama Gadget.

“Dikampung saya permainan tradisional sudah sangat jarang ditemui, gadget sudah sangat merasuki diri mereka, dengan komunitas ini nggak ada salahnya kita mencoba mengenalkan kembali,”jelasnya.

Mahasiwi yang diketahui memiliki hobi makan roti tersebut mengungkapkan, dengan memainkan permainan tradisional mereka lebih mampu untuk berinteraksi dengan baik bersama teman-temannya.

“Ketika mereka terjun bersama teman-temannya ke permainan yang menuntut untuk kerja sama, mereka mampu melatih untuk menarik diri untuk mengunggulkan egonya masing-masing,” pungkasnya.

Kampoeng Hompimpa hadir di Kota Jogja pada tanggal 1 April 2017. Rico, Hanif, Ridwan, dan Ceceu sebagai inisiator terbentuknya komunitas tersebut di Kota Gudeg. Saat ini, tercatat sebanyak 25 orang telah bergabung menjadi Volunteer.

NADHIR / HERMAN

 

Komentar