Tanggul Banyak Jebol dan Belum Ditangani Pemerintah 

tegas.co, JEPARA, JATENG – Sejumlah tanggul sungai di Jepara mengalami kerusakan berat pasca banjir beberapa waktu lalu. Kondisi tersebut hingga kemarin belum ada penanganan oleh Pemerintah daerah, padahal sebagian tanggul sudah rusak sejak lama.

Iklan Antam HBA
Salah satu Tanggul di jepara yang jebol akibat banjir yang belum mendapat penanganan Pemerintah. FOTO : DEDY SETYAWAN
Salah satu tanggul di jepara yang jebol akibat banjir yang belum mendapat penanganan Pemerintah. FOTO : DEDY SETYAWAN

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten, Jepara Lulus Suprayitno mengatakan, sejauh pantauan BPBD Jepara, tanggul sungai yang perlu perbaikan ada di beberapa titik. Diantaranya, tanggul Sungai Welahan Drain (SWD) 1, tanggul Sungai Dorang, Sungai Dugo. Selain itu terdapat di SWD 2 yaitu Karanganyar, dan Ujung Pandan.

Selain itu kerusakan tanggul, beberapa pintu air juga mengalami kerusakan. Misanya, seperti di pintu air Boro Jamban Desa Gedangan dan Pintu Air Batu Kali, Kalinyamatan.

“Kerusakan terjadi karena beberapa hal. Di SWD 1 kerusakan akibat banjir 2014 yang belum tertangani. Sementara di SWD 2, Karanganyar dan Ujung Pandan karena aktifitas warga yang memandikan kerbau di sungai. Sehingga tanggul mengalami retakan. Sampai kerusakan tersebut belum tertangani,”Ujarnya kepada awak media ini, Jum,at (10/3).

Begitu juga, di Desa Gedangan sudah rusak lama. Kerusakan diperparah pada karena banjir beberapa bulan lalu. Kalau di Batu kali kerusakan disebabkan karena smapah. Akhirnya tanggul sungai terkikis. “Sejumlah tanggul inilah yang sementara dalam peninjauan untuk selanjutnya direkomendasi untuk dilakukan perbaikan,”Katanya.

Sementara itu Kabid Pengairan pada Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Penataan Ruang Kabupaten Jepara Ngadimin mengatakan, penguatan tanggul sungai maupun saluran irigasi sudah masuk rencana proyek tahun ini. “Saat ini, pihaknya masih melakukan survei dimana saja yang akan dilakukan perbaikan. Pihaknya juga masih memetakan proyek mana yang masuk kewenangan provinsi dan kewenangan Kabupaten,”Ujarnya saat ditemui terpisah.

Ngadimin tak menyebut jumlah anggaran yang digelontor untuk perbaikan tanggul sungai tahun ini. Namun, ia mengakui bahwa perbaikan saluran irigasi belum bisa dilakukan sepenuhnya. Sebab, selalin menangani saluran irigasi di luar wilayah kota, pihaknya tahun ini juga mengerjakan proyek menangani genangan air di dalam kota.

“Anggaran kami terbatas sehingga akan kami lakukan di titik-titik terntentu saja. Untuk di luar wilayah kota, proyek kami tahun ini normal-normal saja. Tidak ada yang proyek besar,”Tutupnya.

DEDY SETYAWAN / HERMAN

Komentar