Hadir Kembali, Festival Seni dan Budaya, ArtJog Terbesar se DIY  

tegas.co., YOGYAKARTA – Dengan mengusung tema ‘Changing Perspective’, Festival Seni dan Budaya terbesar di Daerah Istimewa Yogyakarta secara resmi dibuka pada Jum’at (19/5/2017). Gelaran seni yang bertajuk ArtJog ini telah memasuki tahun ke-10 di 2017 ini.

Hadir Kembali, Festival Seni dan Budaya, ArtJog Terbesar se DIY  
Hadir Kembali, Festival Seni dan Budaya, ArtJog Terbesar se DIY  FOTO : NADHIR

Salah satu Kurator ArtJog 2017, Bambang Witjaksono menjelaskan, melalui tema tersebut diharapkan mampu mengubah sudut pandang setiap orang yang mana selalu menganggap tema pandangan barat dengan pendekatan sains dan tema pandangan timur pada aspek budaya kerap kurang mewakili pengetahuan masyarakat modern.

Iklan Antam HBA

“Melihat perkembangan saat ini, percepatan teknologi itu mengubah sudut pandang terhadap apa yang kita lalui selama ini menjadi sesuatu hal yang tidak kita bayangkan, jika itu semua berubah maka sudut pandangnya perlu diubah,”jelasnya.

Mengambil sisi lainnya, dimana sebelumnya menghadirkan seniman ternama akan tetapi untuk ArtJog ke-10 ini lebih mengacu kepada tema utama, para seniman pun dipilih dengan kesesuaian tema yang diangkat. Terpilih 73 seniman baik lokal maupun mancanegara yang tampil memamerkan karyanya di tempat ini.

Ada yang lain dari ArtJog kali ini, dengan menghadirka kembali situs patung RJ. Katamsi, seorang pendiri Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI). CEO ArtJog, Heri Pemad menuturkan, akan ada perform setiap malamnya, juga akan ada merchandise dari para seniman untuk pengunjung.

“Hampir setiap malam akan ada perform baik musik maupun tari. Ada pula merchandise project dari para seniman maupun official sebagai kenang-kenangan bagi para pengunjung,”tuturnya.

Fashion as a Weapon

Diantara puluhan seniman yang ikut dalam gelaran kali ini, satu diantaranya Hendra Blangkon Priyadhani, dimana pada kesempatan kali ini Ia menampilkan instalasi berjudul “Fashion as a Weapon”.

“Busana adalah media pembawa pesan kepada publik. Busana juga bisa menjadi pengingat akan banyak hal yang melekat pada seseorang,”akunya.

Hendra mengungkapkan, banyak para Tokoh yang menjadi populer karena gaya busananya, diantaranya Soekarno, Elvis Persley, Che Guevara dan masih banyak lainnya.

“Contob para Tokoh diatas, mampu dikatakan pakaian merupakan salah satu media pembawa citra yang mampu menjadikan senjata bagi para Tokoh,”pungkasnya.

Event terbesar se-DIY tersebut terletak di Jogja National Museum dan akan berlangsung selama satu bulan penuh, mulai tanggal 19 Mei hingga 19 Juni 2017 mendatang.

NADHIR ATTAMIMI

PUBLISHER : MAS’UD

Komentar