Tim Verifikasi Sambangi Kota Kendari

tegas.co, KENDARI, SULTRA – Tim Verifikasi Kota Layak Anak (KLA), sambangi Kota Kendari dan diterima langsung oleh Sekda Kota Kendari, Dr Alamsyah Lotunani dan Sri Yastin Asrun Kadis pemberdayaan perempuan ibu dan anak.

Sekda Kota Kendari Dr Alamsyah Lotunani, Sri Yastin Asrun Kadis Pemberdayaan Perempuan Ibu dan Anak, serta kepala tim Verifikasi saat berada di ruang Pola Kantor Walikota. FOTO : FA
Sekda Kota Kendari Dr Alamsyah Lotunani, Sri Yastin Asrun Kadis Pemberdayaan Perempuan Ibu dan Anak, serta kepala tim Verifikasi saat berada di ruang Pola Kantor Walikota.
FOTO : FA

Tim Verifikasi diterima di ruang pola kota dan dihadiri seluruh Camat serta Lurah dan  Forum anak Kota Kendari.

Iklan Antam HBA

Taufik Waeda, salah satu Tim Konsultan KLA, mengatakan tim sudah berkujung ke beberapa lokasi penilaian, diantaranya Puskesmas Poasia, SDN 11 Mandonga, SMP 17, serta Rumah Sakit Kota Kendari. Dan beberapa tempat lainnya yang menjadi sasaran penilaian.

Saat melakukan kunjungan pihaknya memberikan apresiasi kepad Puskesmas Poasia yang memiliki fasilitas yang tidak dimiliki oleh Puskesmas lainnya di Kota Kendari. Bahkan di daerah lain yang menjadi kompetitor KLA.

“Tim awal datang ke Puskesmas Poasia, kami menemukan banya hal yang positif, ada rabies center dan tidak kita temukan di tempat lain, dan saat kita berkunjung ke Sekolah SMP 17 dan SD 11 Mandonga sangat bagus,”ungkapnya.

Namun, ada beberapa catatan yang dimiliki oleh tim, diantarnya peningkatan angka korban pengguna Alkohol dan Nafsa. Dan peningkatan tersebut sangat signifikan dari tahun ketahun.

“saat kita berkunjung ke BNN Kota kami sebenarnya kaget karena angka anak yang menjadi korban Alkohol dan Nafsa makin meningkat, dan peningkatan itu luar biasa,”ungkapnya.

Dari data BNN Kota, yang didapatkan pada tahun 2015 penggunanya 21 anak, dan tahun 2016 meninggkat sampai 127. Dan mayoritas penggunanya adalah anak dari keluarga mampu. Bukan dari kalangan ekonomi kebawah.

Selain itu tim Verifikasi memberikan catatan penting, yaitu harus tepantaunya iklan layana rokok yang terpasang di beberapa sudut Kota, yang semestinya tidak boleh terpasang.

“Catatan penting kita adalah iklan layanan rokok yang tidak boleh berada di kawasan ramah anak, seperti taman bermain anak, Pusekesmas, Rumah Sakit,”terangnya.

Namun walaupun begitu, pihaknya sangat mengapresiasi kinerja Pemda Kota Kendari. Dalam rangka menekan pengguna rokok dikawasan ramah anak, yaitu dengan dikeluarkannya aturan pelarangan merokok di kawasan ramah anak, bahkan hingga perkantoran.

Semenatara itu Sekda Kota Kendari Dr Alamsyah Lotunani, cukup yakin tahun ini Kendari meraih juara kota  layak anak kategori Nindiya, sebab lima Kluster dan 31 hak anak sudah terpenuhi.

“Sebenarnya semua syarat dan kategori sudah kita kirim ke pusat, dan tujuan tim verifikasi di kota kendari ini, hanya untuk memastikan kebenaran apa yang sudah kita kirim kepada tim juri,”yakinnya.

Dan ia pun mengungkapkan jika Pemda mempunyai target jika tahun selanjutnya selanjutnya Kota Kendari akan menjadi KLA.

“Kota layak anak akan menjadi target kita dua atau empat tahun kedepan,”ungkapnya.

Namun ia berpesan kepada seluruh sekolah agar menjadi guru dan kepala sekolah yang prefentif dan kuratif untuk mengantisipasi terjadinya kekerasan terhadap anak baik disekolah maupun dikeluarga.

“Kepala Sekolah harus jadi kepala sekolah ramah anak, jangan beri ruang saat jam istirahat, guru harus tetap ada yang mengontrol. Dan kalau sudah ada seusatu yang terjadi kepada anak Sekolah tidak boleh lepas tanggung jawab,”pesannya.

Ia berpesan sebab, Sekolah adalah lembaga yang memberikan pendidikan, dan pembelajaran langsung kepada anak.

FA / HERMAN

Komentar