
Salah seorang panitia festival Pulau Banyak internasional bernama Dayat berkeluh kesah atas gagalnya iven penyelenggaraan yang dapat menarik minat pelancong dari berbagai wilayah.
Menurut Dayat, ada sepuluh macam kegiatan yang disajikan dalam penyelenggaraan dengan embel internasional tersebut, namun faktanya yang hadir lebih banyak masyarakat dari Aceh Singkil saja.
Bukan tanpa sebab, para pelancong tak mau hadir, seharusnya dengan momen sebesar ini. Nyatanya tak mampu menggratiskan ongkos Kapal Boat serta di lokasi acara yang berlokasi di Kepulauan Banyak tepatnya di kecamatan Pulau Banyak minim alat peraga dan dapat dihitung dengan jari.
“Banyak panitia dan masyarakat merasa kecewa dengan event ini,”kesal Dayat, 24 juli 2019.
Dayat menyebutkan bahwa mulai dari baju kaos panitia sangat murahan, ukurannya pun tidak ada ditanyakan kepada panitia, semua serba kebesaran, makan di takar tak ada berlebih.
“Kami di kasih baju tipis dengan ukuran besar, hanya ada tiga jenis ukuran L, XL dan XXL padahal kami panitia banyak yang kecil – kecil, bukan itu saja untuk makan saja bersusahan semua serba di takar dan kekurangan,”ucap Dayat.
Diungkapkan, saat dirinya mau makan di sekretariat ternyata nasi sudah habis, setelah ditanyakan, pemilik warung menjelaskan ia menyediakan lauk pauk sesuai pesanan koordinator hanya 30 potong saja gak lebih.
“Menurut saya terlalu lebay dan memalukan. Penyelenggara menyebutkan ini sebagai acara yang super WoW, padahal, jangankan untuk penyajian acara, untuk makan minum panitia saja terancam,”keluhnya.
Dayat meminta kepada pihak terkait agar mengaudit biaya acara yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Aceh Singkil dan Dinas Pariwisata Aceh.
“Dinas tersebut tidak mampu dan gagal mengsuksesakan Event ini dan bahkan membuat malu,”ucap Dayat.
AHMAD JEKI