Tragis, Nelayan Bajo di Wakatobi Meninggal Akibat Ledakan Bom Ikan

Suasana keluarga saat korban Yang (23) ditemukan oleh tim gabungan Polairud dan warga, Selasa (2/7/2024)

TEGAS.CO., WAKATOBI – Yang (23) nelayan bajo (mola) di Kabupaten Wakatobi ditemukan tak bernyawa setelah dinyatakan menghilang akibat tragedi ledakan bom ikan pada Selasa (2/7/2024).

Akibat kejadian itu, tangan dan kaki bagian kanan pemuda asal Desa Mola Utara itu hancur. Sementara tubuh yang lainnya seperti wajah hangus terbakar.

Iklan Antam HBA

Menurut saksi Rento, saat ledakan terjadi dirinya dan beberapa anggota keluarga lain mendengar suara bunyi letusan bom tak jauh dari tempat tinggalnya.

Sementara, kata dia, dari kejauhan, nampak dilihatnya sumber ledakan. Di mana perahu sampan diduga milik korban terlempar melayang diatas laut. Sedangkan, korban berada dilokasi ledakan.

“Kita lihat sampan melayang terlempar ke atas. Orang (korban Yang) ada di situ,” katanya.

Tak berselang lama pasca ledakan korban tenggelam hingga dinyatakan menghilang.

Kasat Polairud Ipda La Ode Kayfulani Usman mengatakan, saat pencarian hari pertama (Selasa,red) pihaknya hanya mendapati sampan milik korban di sekitar ledakan.

“Setelah kami menerima laporan, kami tim dan dibantu masyarakat setempat melakukan pencarian dititik lokasi ledakan,” ujarnya.

“Hari pertama pencarian, hanya perahu kecil (sampan). Sementara korban belum kami temukan,” tambahnya.

Pencarian pun dilanjutkan esok harinya, Rabu. Alhasil, tim Polairud dibantu warga mendapati jasat korban tak bernyawa lagi.

Jasad korban Yang ditemukan dengan kondisi luka serius. Wajah luka bakar sementara kaki dan tangan bagian kanan hancur.

Kuat dugaan, saat ledakan terjadi Korban Yang tengah berada di atas sampan dan kemungkinan besar terkena dampak ledakan sebelum bom tersebut sempat dijatuhkan ke laut.

“Kejadian ini menjadi pengingat keras akan bahaya penggunaan bahan peledak dalam aktivitas penangkapan ikan. Selain melanggar hukum, metode ini juga membahayakan nyawa pelaku dan merusak ekosistem laut,” kata Ipda La Ode Kayfulani Usman.

Kejadian ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban. Serta, menambah deretan kasus tragis terkait penggunaan bom ikan dalam aktivitas penangkapan ikan.

Laporan: Rusdin

Editor: Yusrif

Komentar