​Isu Penculikan Aanak Resahkan Warga Kolaka

tegas.co, KOLAKA, SULTRA – Meski belum ada laporan resmi soal kehilangan anak, namun isu yang beredar lewat mulut ke mulut dan melalui postingan di media sosial terkait penculikan anak itu sangat meresahkan warga Kabupaten Kolaka khususnya para orang tua. Sementara itu, pihak sekolah pun memperketat pengawasan anak didiknya saat jam pulang sekolah, mengingat beberapa bulan lalu salah seorang siswa SD nyaris dibawah lari oleh seseorang yang tak dikenal.

Siswa-siswi SD Negeri 3 Lamokato di terpa isu penculikan anak. FOTO : LAN
Siswa-siswi SD Negeri 3 Lamokato di terpa isu penculikan anak. FOTO : LAN

Isu tentang penculikan anak menjadi perbincangan di media social, tak hanya itu, isu tersebut menjadi marak di kalangan warga kolaka (23/3).  Keresahan dan rasa was-was setiap orang tua akan keselamatan anak-anak mereka saat berada di luar rumah.

Menurut Hana, salah seorang warga mengatakan, isu penculikan anak diketahui melalui postingan di media social, serta pemberitaan melalui media online.  Sontak hal ini membuat para orang tua resah akan kebenaran informasi tersebut.

“Kami sangat kwatirlah dan resah terkait isu penculikan yang marak di mediakan baik itu hanya sekedar informasi dari mulut ke mulut, media social, bahkan pemberitan,”Ujarnya kepada awak media ini, Kamis (23/3).

Hal serupa juga dirasakan oleh seorang security sekolah SD Negeri 3Lamokato Muh. Sukri. Dirinya mengaku, info tersebut kini mulai mersahkan warga Kolaka.
apalagi dirinya merupakan security sekolah, dimana pihak sekolah bertanggungjawab atas keselamatan siswanya saat jam sekolah.

“Tentunya dengan informasi terkait penculikan anak, membuat kami lebih waspada, terlebih lagi di pihak kami di sekolah,”katanya singkat.

Sementara itu, Kepala Sekolah Negeri 3 Lamokato Kabupaten KolakaHj. Imamong mengatakan, terus melakukan pengawasan ketat kepada muridnya, terutama pada saat jam pulang sekolah.
Pasca salah seorang siswanya nyaris dibawa lari oleh seseorang yang tidak dikenal,
dengan modus menjemput anak – anak di sekolah ini, dan mengaku sebagai keluarganya, tentunya pihak sekolah lenih mawas lagi.

Ditambahkan, pihak sekolah saat ini akan selalu memastikan jika siswa – siswa sd ini dijemput oleh orang tua mereka sendiri, atau anggota keluarga yang dikenali.

LAN / HERMAN

Komentar