Stok Pangan Selama Ramadhan di DIY Bisa Tercukupi

tegas.co, YOGYAKARTA – Menjelang puasa yang akan tiba beberapa hari lagi, Bulog bisa memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat DI Yogyakarta selama bulan Ramadhan bisa tercukupi. Bulog juga akan bersedia melakukan oprasi pasar jika terjadi lonjakan harga dipasar-pasar.

Kepala Perum Bulog Divre DIY Miftahul Adha. FOTO : NADHIR
Kepala Perum Bulog Divre DIY Miftahul Adha.
FOTO : NADHIR

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Perum Bulog Divre DIY Miftahul Adha saat di temui usai mengikuti perayaan Tasyakuran 50 Tahun Bulog, Yogyakarta, Rabu (10/5/2017) siang.

Iklan Antam HBA

“Alhamdulillah untuk mendekati puasa kita sudah persiapkan dan juga kita perkuatkan stoknya, bukan hanya beras tapi ada gula, terigu, telor, dan minggu ini akan kita turunkan daging sapi beku,”Jelasnya.

Dikatakan, dengan saat ini Rumah Pangan Kita (RPK) yang tersebar di DIY berjumlah 570 unit sebagai wadah yang cocok untuk menyalurkan persediaan pangan.

“Kami berharap, melalui RPK bisa menjadi pasar alternatif bagi masyarakat untuk berbelanja,” Katanya.

Selain itu menurutnya, harga di RPK telah disesuaikan dengan harga eceran tertinggi (HET) sehingga menekan kenaikan harga di pasar.

“Kita berharap dengan semua ini agar tidak terjadi kelonjakan harga pangan, tapi kalaupun ada kelonjakan kita siap menyerbu pasar melalui RPK yang ada” ungkapnya.

Kepala Bulog Divre DIY tersebut menambahkan, bahwa pihaknya telah menyediakan sebanyak 2,5 ton daging sapi beku, 23.000 ton beras, dan 5 ton telur untuk persediaan pasokan pangan di bulan Ramadhan.

“Pasokan ini juga sebagai misi pemerintah yang menjamin ketersediaan pangan dan stabilisasi jumlah harga pangan,”Tambahkanya.

Selain menyediakan persediaan pangan, Bulog DIY juga akan menggelar pasar murah pada awal puasa, yaitu pada tanggal 24, 25, dan 26 Mei 2017 di kantor Bulog DIY. Pasar murah dilakukan untuk persiapan pangan diawal puasa. Ia juga mengatakan akan melakukan pasar murah lagi di lain wilayah ketika ada permintaan dari wilayah tersebut.

NADHIR ATTAMIMI / HERMAN

Komentar