Peringati Harkitnas, Polda DIY Ajak Pelajar Mengucap Ikrar

tegas.co, YOGYAKARTA – Memperingati momentum Hari Kebangkitan Nasional, Polisi Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar Ikrar Anti Kekerasan, Anti Radikalisme serta Komitmen Menjunjung Tinggi dan Setia pada Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika di Gor Amngrogo, Yogyakarta, Kamis (18/5/2017) siang.

Memperingati momentum Hari Kebangkitan Nasional, Polisi Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar Ikrar Anti Kekerasan, Anti Radikalisme. di Gor Amngrogo, Yogyakarta. FOTO : ASL
Memperingati momentum Hari Kebangkitan Nasional, Polisi Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar Ikrar Anti Kekerasan, Anti Radikalisme. di Gor Amngrogo, Yogyakarta.
FOTO : ASL

Kegiatan tersebut dihadiri oleh pihak Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta dan seluruh perwakilan SMA/SMK sederajat di DIY kurang lebih 2500 orang.

Kapolda DIY, Brigjend Ahmad Dofiri  menuturkan kegiatan, tersebut sangat amat begitu penting, karena merupakan bagian dari pada untuk mengatasi, mengatisipasi dan memecahkan permasalaan bersama.

“Kegiatan sore hari ini sengaja kami mengundang adik-adik pelajar kita ini, untuk mengajak kita sama-sama mendeklarasikan diri dan mengucapkan ikrar kebersamaan kita, yaitu bagaimana kita mengatisipasi agar tidak terjadi lagi tawuran pelajar, tindakan kekerasan dan lain-lain,” tuturnya.

Ia mengajak generasi muda saat ini agar menjadi generasi-generasi yang dicita-citakan oleh Bung Karno dahulu, yaitu generasi yang mampu membanggakan negara.

“Kami mengajak adik-adik pelajar agar menjadi pemuda-pemudi yang telah dicita-citakan Bung Karno dahulu, yang memiliki sifat kedalaman spiritual, ketinggian ilmu, keluhuran akhlak dan professional,” ujarnya.

Pihaknya sengaja mengumpulkan adik-adik pelajar di DIY pada bulan ini, dikarenakan memiliki momentum yang tepat yaitu bersamaan dengan Hardiknas dan Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada bulan Mei.

Dofiri juga sangat berharap agar dibulan yang tepat ini, semua pelajar khususnya di DIY agar meninggalkam rekan-rekan para pelaku klitih, para pelaku tawuran antar sesama untuk menyongsong kedepan yang lebih baik.

“Saya harapkan betul agar jangan ikut ikutan geng sekolah, tawuran dan lainnya. Yang terpenting adalah kita rajut kebersamaan, karena kita semua bersaudara dan mari kita wujudkan kota yang istimewa dengan memulai dari Jogja Kota Pendidikan,” pungkasnya.

NADHIR ATTAMIMI / HERMAN

Komentar