PT KAI Daop 6 Bakal Revitalisasi Kawasan Selatan Stasiun Tugu Yogyakarta

tegas.co, YOGYAKARTA – PT. Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daop) 6 memiliki rencana akan merevitalisasi trotoar sisi Selatan Stasiun Tugu, program tersebut erat kaitannya dengan penertiban disepanjang jalan Pasar Kembang.

PT KAI saat menggelar rapat bersama dalam rangka membahas revitalisasi jalur KA di Yogyakarta. FOTO : NADHIR
PT KAI saat menggelar rapat bersama dalam rangka membahas revitalisasi jalur KA di Yogyakarta.
FOTO : NADHIR

Manajer Aset Kereta Api Indonesia (KAI), Desra Hidayat membenarkan hal tersebut saat melakukan Audiensi bersama masyarakat yang terdampak revitalisaai KAI.

“Kami menindak lanjuti dari permintaan warga untuk merelokasi, KAI hanya berencana menertibkan kios yang ada disana,” ungkap Desra di Kantor Daop 6 Lempuyangan, Yogyakarta, Rabu (24/5/2017) sore.

Perwakilan LSM Lembaga Penggerak Pembangunan Daerah (LP3) NKRI, Guswa menuturkan, warga meminta langsung kepada PT. KAI untuk menertibkan akses di Jalam Pasar Kembang, agar memulihkan fungsinya sebagai akses pejalan.

“Sisi selatan sepanjang stasiun dari pasar kembang itu seharusnya dapat berfungsi sebagai pedestrian,” jelasnya.

Guswa menambahkan, KAI harus memperindah wilayah pendestrian agar para wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta memiliki ketertarikan berwisata ke kampung-kampung khusunya di Kecamatan Gedong Tengen.

Perwakilan Ketua RT 16 RW 03 Sosrowijayan yang terdampak dalam pendestrian, Hartono mengatakan, tiga orang warganya yang terdampak agar diberikan lokasi dan dibuatkan kios baru.

“Kami ingin jalan pasar kembang menjadi bagus, rapi, dan aman,kalau dari warga yang terdampak kami meminta direlokasi saja, dibuatkan kios baru,” ungkapnya.

Setelah mendengarkan aspirasi warga terdampak, Desra mengakui pihaknya akan menampung permintaan tersebut. Ia juga menuturkan wacana relokasi nantinya membutuhkan koordinasi dengan Pemda dan Dinas terkait.

“Masukan warga semua akan kami catat karena sementara belum ada relokasi,” ungkapnya.

Desra mengakui, penertiban akan direncanakan secara matang dan hati-hati. Pihaknya akan selalu berkoordinasi secara intens dengan warga terdampak.

“Secepatnya, namun waktunya kami belum bisa memastikan, karena penertiban ini dilakukan hati-hati dan tidak gegabah,” tandasnya.

NADHIR ATTAMIMI / HERMAN

Komentar