
tegas.co., YOGYAKARTA – Terdata beberapa Sekolah Swasta yang berada si tiga Kabupatan/Kota DIY dikabarkan menolak imunisasi Measles Rubbela (MR). Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY Lutfi Hamid.
“Sekolah yang menolak semua swasta tidak ada yang negeri,” kata Lutfi saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada Kamis (27/7/217).
Lutfi menjelaskan, koordinasi berupa tindak lanjut dengan melakukan sosialisasi dengan tokoh agam, tokoh masyarakat, kepala seksi madrasah, para penyuluh agama, dan Dinas Kesehatan untuk mensosialisasikan dan mensukseskan pekan imunisasi Measles Rubella.
“Alasan utama menolaknya, pertama, status bahan imunisasi apakah halal atau tidak halal. Kedua, Karena mereka berfikiran bagi manusia sebenarnya sudah memilki kekebalan tubuh tersendiri,” katanya.
Lanjut Lutfi, penolakan tersebut datang dari pihak sekolah bukan pada siswa. Siswa tidak ada persoalan, rata-rata para siswa tersebut melek informasi dan lebih tidak beriorentas kepada ideologi.
Sementara itu, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X menganjurkan Dinas Kesehatan agar terus melakukan pendekatan dan sisialisasi kepada beberapa sekolah yang menolak tersebut.
“Biar Dinkes dikasih ruang dulu,” tutur Sri Sultan.
Pandangan pihak sekolah akan ketidak halalan vaksin tersebut, sekolah yang telah menolak seharusnya melakukan komunikasi dengan Dinkes. Jika vaksin mengandung bahan yang dilarang agama, maka sekolah bisa menolaknya.
“Saya harapkan semua bisa melakukan imunisasi,” tutup Sri Sultan.
NADHIR ATTAMIMI
PUBLISHER : HERMAN