
Baca juga
- Darurat Ekologis, Menteri LH Ungkap 700 Ribu Hektare Mangrove di Indonesia Rusak
- Pemkot Baubau Gerak Cepat Salurkan Bantuan Korban Kebakaran di Batulo
- Opini WTP ke-11 Cerminkan Komitmen Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel
- Yusran Fahim Lantik Tiga Kepala Dinas, Dorong Birokrasi yang Efektif dan Adaptif
- PT SCM Konawe Raih Penghargaan Tertinggi dalam Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai di Sultra
Bupati Wakatobi Arhawi, dalam gelar rapat pemantapan, Jum’at (15/02/2019), mengatakan pengendalian sampah plastik harus dimulai dari hal yang kecil, di lingkungan sekitar misalnya. Selain itu dibutuhkan kesadaran bersama dalam mengendalikan sampah plastik.
“Kalau nanti untuk memungut sampah jangan gunakan kantong plastik lagi. Itu bukan mengurangi tapi akan menambah,” ucapnya. Hal ini bisa dilaksanakan dilingkungan sekolah maupun desa.
Ia mengungkapkan pada kegiatan ivent pelaksanaan tiga kegiatan ini selain diharapkan untuk tidak memakai dan membawa plastik -botol plastik dan sejenisnya- sekali pakai juga tempat yang nantinya akan kita gunakan, bisa menggunakan wadah tempat selain kantong plastik.
Menurutnya, larangan penggunaan sampah plastik kini telah diterapkan dilingkup Pemda OPD hingga ketingkat bawah. Hal tersebut dapat dimungkinkan kedepan akan merambah ditingkat desa dan sekolah.
Kembali ia menjelaskan, sebagai daerah wisata sepatutnya kebersihan lingkungan diutamakan. Selain keindahan dan kenyamanan kita bersama, juga akan memberi kesan yang baik bagi para wisatawan yang berkunjung di daerah.
“Diharapkan penggunaan sampah plastik ini dapat kita tekan penggunaannya khususnya ditingkat aparatur sipil. Tentu semua dimulai dari hal yang kecil dan langkah sederhana. Kedepan, diharapkan pengendalian itu dapat diikuti oleh pihak desa maupun sekolah-sekolah,” ungkapnya.
KONTRIBUTOR: RUSDIN
PUBLISHER: MAS’UD