oleh

Ketua KTNA Jepara Sayangkan Pupuk Menghilang dan Mahal di Jepara

Ketua KTNA Jepara saat di kebunnya.
Ketua KTNA Jepara saat di kebunnya.

TEGAS.CO., JEPARA – Petani selalu mengalami Kegundahan dan kekecewaan ketika tiba masa untuk pemupukan. Masalah kelangkaan pupuk dan harga yang diluar nalar mereka karena dijual diatas HET.

Kebijakan subsidi pupuk yang dijadikan sebagai solusi bagi petani belum menjadi solusi. Justru subsidi ini dinikmati Pabrik Pupuk dan para pedagang Pupuk. Pupuk tetap langka dan mahal.

Iklan Mubar Iklan Mubar

Sebagaimana yang di sampaikan oleh Yadi petani Bandungharjo keling, mengeluhkan harga pupuk urea mencapai 150.000 per zak. Padahal HET ditetapkan Pemerintah 112.000. Bukan hanya petani Bandungharjo yang mengeluhkan hal ini. Darwoto petani asal desa Bucu menyampaikan hal yang sama petani didesanya harus merogoh kontongnya makin dalam untuk mendapatkan pupuk Urea non subsidi yang mencapai 145.000 per Zak isi 25 kg.

Pramono Ketua KTNA Kontak Tani Nelayan Andalan Kab Jepara yang mendapatkan aduan tersebut menyayangkan kejadian ini yang terus berulang tanpa solusi. ” KTNA Jepara secara aktif melakukan sosialisasi dan mendorong Petani untuk beralih kepada pertanian organik. Agar ketergantungan pada pupuk kimia bisa dihindari dan hasil pertanian lebih baik dan sehat. Sementara atas permintaan dari beberapa kelompok Petani anggota, KTNA Jepara dalam jangka pendek berupaya mencari jalur langsung ke pabrik produsen pupuk untuk pendapatkan pupuk non subsidi” ujar pramono. Selasa 12/1/2021.

Masih menurut Pramono mestinya Pemerintah mengalihkan langsung subsidi kepada petani tidak ke Pabrik Pupuk. Atau sekalian dicabut subsidi diganti dengan jaminan harga komoditi dan stop import produk pertanian yang bisa di produksi Petani dalam negeri.

 

Reporter: Edi Sulton
Editor: H5P

Komentar

Iklan Kominfo Sultra