oleh

Rawan Begal, Ini Tanggapan Kapolres Muna

Logo tegas.coDireksi & Redaksi tegas.co mengucapkan Selamat & Sukses Konferensi PERSATUAN WARTAWAN INDONESIA (PW)I Sulawesi Tenggara pada 9 - 11 Juli 2021 “Tingkatkan Profesionalisme Wartawan Di tengah Pandemi Covid19 Menyongsong HPN 2022 di Kendari””
Kapolres Muna, Kajari Muna, Kepala Divisi Keimigrasian Antar Wilayah Kemenkumham Sultra, Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Kota Baubau dan Kepala Kesbangpol Mubar saat menghadiri rapat pembetukan TIM PORA Mubar

TEGAS.CO,. MUNA – Beberapa pekan terakhir masyarakat Muna dibuat resah dengan maraknya aksi dengan dugaan pembegalan. Tahun ini saja telah terjadi dua kasus, yang pertama dialami pasangan suami istri (25/5) saat melintas di jl poros warangga dan terbaru seorang penjual ikan asal Muna (8/6). Pasutri yang hampir mengalami nasib nahas, mereka masih selamat dan tidak ada korban jiwa dan materiil. Sedangkan penjual ikan menjadi korban dan saat ini menjalani masa pemulihan di RSUD Raha, ia mengalami kerugian jiwa dan materiil.

Atas sejumlah kejadian tersebut, Kapolres Muna, AKBP Debby Asri Nugroho menyampaikan, bahwa Kamtibmas bukan saja menjadi tanggung jawab Polri tetapi semua pihak, dan butuh kekompakan serta saling mendukung satu sama lain.

“Kami komitmen mengungkap kasus dugaan pembegalan tersebut, segala hal terus kami upayakan. Beberapa kejadian telah kami lakukan penyelidikan, olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi,” ujarnya saat menghadiri Acara Pembentukan Pengawasan Orang Asing di sekretariat Lembaga Adat Sarano Liwu, Muna Barat, Kamis (10/6).

“Kejadian di Warangga terus kita dalami begitu juga dengan korban terbaru di depan rumah adat Barugano Muna. Cuma saat ini kita masih menunggu proses pemulihan korban untuk melakukan pengembangan dan meminta keterangan,” sambungnya.

“Tentu saja semua pengungkapan ini butuh peran serta semua pihak untuk memberikan informasi dalam membantu tugas-tugas kepolisian, kita akan ungkap dan tuntaskan secepatnya” terangnya.

Lebih lanjut Debby menjelaskan pihaknya telah melakukan sejumlah giat-giat cipta kondisi dan melakukan patroli di daerah kerawanan.

“Kami telah melakukan upaya patroli jam rawan pada tempat-tempat potensial masalah Kamtibmas. Tentu saja informasi dari masyarakat juga perlu untuk terus mendeteksi segala gangguan,” katanya.

Debby berharap masyarakat tidak takut dengan segala hal yang telah terjadi tetapi selalu kompak dan mengutamakan kewaspadaan.

“Musibah bisa terjadi dimana saja, semua tempat memiliki potensi kerawanan jadi saya himbau warga masyarakat untuk hati-hati bila melewati daerah rawan/gelap. Jika berkendara untuk tidak sendirian dan jika menemukan ada potensi gangguan Kamtibmas untuk segera melaporkan ke kami,” pungkasnya.

FAISAL / YA

Komentar