oleh

Masyarakat Raha Disebut “Tidak Taat Aturan”, Pihak Pelabuhan Tidak Mentolerir Penumpang Tanpa Tiket

Logo tegas.coDireksi & Redaksi tegas.co mengucapkan Selamat & Sukses Konferensi PERSATUAN WARTAWAN INDONESIA (PW)I Sulawesi Tenggara pada 9 - 11 Juli 2021 “Tingkatkan Profesionalisme Wartawan Di tengah Pandemi Covid19 Menyongsong HPN 2022 di Kendari””
Pelabuhan nusantara Raha

TEGAS.CO,. MUNA – Upaya Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas II Raha untuk melakukan penataan menuai kritik dan menciptakan insiden. Terbaru, pihak KUPP Kelas II Raha bersitegang dengan masyarakat (penumpang, buruh dan pihak perusahaan perkapalan) terkait kebijakan yang dinilai tendensius yang mengakibatkan penumpang tujuan Kendari hampir gagal berangkat pada Kamis (22/7) sekitar pukul 10.00 Wita.

KJR petugas lapangan salah satu perusahaan pelayaran menilai apa yang dipertontonkan pihak kepelabuhanan terlalu tendensius dan terkesan dipaksakan.

“Tadi waktu kapal kami datang dari Baubau, turun penumpang aman tetapi saat menaikan penumpang untuk tujuan Kendari langsung tidak diperbolehkan. Inikan seharusnya melihat kondisi juga, jangan terlalu memaksakan kebijakan,” ujarnya saat ditemui di area pelabuhan (22/7).

“Tadi sempat ribut dan bersitegang dengan pihak Syahbandar karena ada penumpang kami yang tidak sempat naik, memang tidak memiliki tiket awalnya, tetapi kita minta untuk dinaikan setelah kita berikan tiket,” sambungnya.

“Ada juga penumpang kami tadi yang dilarang masuk, padahal dia sudah sampaikan ada keperluan penting ke Kendari dan tinggal dia yang ditunggu, seharunya kan diberikan kebijakan, pengertian orang pelabuhan sangat dibutuhkan pada situasi seperti ini, jangan tegas setengah-setengah, selanjutnya sama saja kembali lagi tidak teratur,” urainya.

Ditempat terpisah, E admin salah satu perusahaan pelayaran mengungkapkan rasa kecewanya atas tindakan oknum kepelabuhanan yang terkesan tendensius dan arogan.

“Saya tidak tau apa persoalannya tiba-tiba dimarahi, ditunjuk-tunjuk. Seharusnya jadi petugas itu bicara baik-baik. Ibu dari Syahbandar di marahi sama penumpang kok imbasnya ke saya. Inikan lucu padahal mereka sendiri yang izinkan orang masuk,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Pelaksana harian KUPP Kelas II Raha, Alfia menjelaskan insiden yang terjadi pada pagi tadi merupakan miss komunikasi antara pihaknya dengan masyarakat.

“Memang sempat cekcok tapi semua sudah selesai. Pada dasarnya apa yang kami lakukan untuk menciptakan ketertiban dan penataan menjadi lebih baik,” ucapnya saat ditemui di KUPP Kelas II Raha.

“Kita temukan sekitar 10 orang mau naik kapal tapi tidak memiliki tiket jadi kita tahan. Masyarakat Raha itu umumnya masuk dipintu kayak tidak ada aturan, tidak punya tiket. Padahal sudah kita imbau penumpang, satu jam sebelum pemberangkatan sudah ada dipelabuhan dengan memiliki tiket,” sambungnya.

“Serba salah, mengacu pada peraturan tapi masyarakat kurang kesadaran. Kita mau mengikuti kemauan masyarakat tidak mungkin karena kita mengikuti SOP dan aturan yang berlaku, kita hanya memberikan kebijakan khusus untuk penumpang emergency seperti orang sakit dan jenazah”, terangnya.

Alfia melanjutkan terkait insiden dan disebut tendensius serta arogan, ia menepis semuanya. Menurutnya apa yang dilakukan merupakan bagian dari merapikan administrasi, mewajibkan penumpang memiliki tiket dan pengaturan pemberangkatan. Semua pembenahan itu dilakukan menuju pelabuhan seperti standarisasi Bandara Udara.

“Apa yang kita lakukan ini dari jauh hari, sudah lama. Aturan bakunya itu mewajibkan semua penumpang harus memiliki tiket. Kita harus membiasakan yang tidak biasa. Ini mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan, seperti kecelakaan. Kita sampaikan juga tidak ada yang arogan pada saat itu hanya memang kita keras dan kondisinya memungkinkan untuk itu. Intinya tidak ada kontak fisik hanya lagi-lagi masalah komunikasi,” bebernya.

Ditempat yang sama Ld. Zamaluddin selaku petugas lapangan KUPP Kelas II Raha menambahkan ada juga beberapa kejadian seperti pejabat yang biasanya hanya menelpon untuk dibelikan tiket. Nyuruh siapa yang beli, nanti dikapal baru diambil, akhirnya salah paham dengan petugas pintu masuk.

“Kita berharap semua pihak bisa berkerjasama demi pelayanan dan pelabuhan menjadi lebih baik kedepannya,” pungkasnya.

Laporan : FAISAL

Editor : YUSRIF

DMCA.com Protection Status

Komentar