oleh

Dosen UHO Latih Warga Desa Passare Apua Rehabilitasi dan Produksi Buah Mangrove

Terlihat peserta sangat antusias dalam mengikuti kegiatan

TEGAS.CO,. KENDARI – Saat ini kondisi ekosistem mangrove telah mengalami degradasi akibat penebangan yang akan digunakan untuk lahan tambak udang dan ikan. Kehidupan masyarakat Desa Passare Apua, Kecamatan Lantari Jaya, Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra) secara mendasar mempunyai hubungan yang sangat erat dengan dinamika yang terjadi di wilayah pesisir.

Hubungan antara masyarakat Desa Passare Apua dengan lingkungan laut, bukan hanya sebagai tempat mencari makan, tetapi ada unsur-unsur adat dan budaya yang berakar dari sana. Dampak yang ditimbulkan akibat kerusakan lingkungan pesisir sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat, terlebih lagi di masa pandemi Covid-19 ini.

Melihat permasalahan tersebut, Universitas Halu Oleo (UHO) melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) mengadakan pelatihan rehabilitasi dan pengolahan produk cemilan mangrove pada warga desa yang tergabung dalam kelompok usaha mitra mandiri. Tim pelaksana kegiatan yang berlangsung pada Kamis, (9/9/2021) ini terdiri dari Dr. Muhaimin Hamzah (FPIK), Dr. Sahindomi Bana (FHIL), Haslianti M.Si. (FPIK), La Gandri, M.Si. (FHIL), dan Herlan Hidayat, M.Sc. (FHIL).

Dr. Muhaimin Hamzah selaku ketua tim kegiatan tersebut menyampaikan, bahwa betapa pentingnya ekosistem mangrove ini dilestarikan.

“Ekosistem mangrove merupakan ekosistem peralihan dari darat ke laut. Ekosistem mangrove juga merupakan habitat bagi banyak jenis ikan, udang, dan moluska. Tempat ini juga merupakan tempat untuk bertelur, pembesaran, dan tempat mencari makan berbagai hewan laut yang kecil” ujar Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) UHO ini.

Komentar

Laman: 1 2 3