oleh

Jelang HUT ke 480, Pemkot Baubau Laksanakan Ritual Tuturangiana Batupoara

Advertisements
Ritual Tuturangiana Batupoara

TEGAS.CO,. BAUBAU – Jelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-480 dan hari jadi ke-20 sebagai daerah otonom, Pemerintah kota (Pemkot) Baubau bersama masyarakat melaksanakan ritual Tuturangiana Batupoaro, Kamis (14/10/21).

Kegiatan yang berlangsung di kelurahan Wameo, kecamatan Batupoaro, Kota Baubau itu mengingatkan pada sejarah Syekh Abdul Wahid penyebar agama Islam di negeri Buton.

Iklan LITA HUT BAubau Pemkot Iklan LITA HUT Baubau Kominfo Iklan HUT BAUBAU DPRD

Ada satu tradisi unik dirangkaian ritual adat festival Batu Poaro, yaitu berebut uang yang biasanya dilakukan oleh anak-anak dari penduduk setempat, dimana uang tersebut dilemparkan oleh para peserta ritual adat ke area sekitar “Batu Poaro” berada.

Sebelum tradisi berebut uang tersebut dilaksanakan, beberapa warga mengangkat talang berisikan sesajen dari masjid menuju ke tempat ritual.

Wakil Wali (Wawali) Kota Baubau Laode Ahmad Monianse mengatakan bahwa ritual adat ini sebagai bentuk upaya pelestarian budaya yang pernah berkembang di Baubau.

Ada beberapa nilai-nilai yang terkandung dalam pelaksanaan ritual adat tuturangiana Batupoaro.

“Nilai religiusnya adalah bahwa semua patut bersyukur kepada Allah SWT karena pada 1500-an telah mengirimkan ulama besar ke Buton”, katanya.

Pada saat itu ulama besar mengalami keterbatasan transportasi, namun Allah menurunkan rahmatnya dan mengirimkan ulama untuk menyampaikan risalah Nabi Muhammad SAW sebagai agama yang agung untuk masyarakat Buton.

“Ini juga sebagai pengingat kita akan nilai keislaman tentang kebersihan bagian dari iman apalagi batu poaro berada di tengah kota Baubau untuk menjaga dan mengistimewakan dengan menjaga kebersihannya”, lanjutnya

“Nilai simbolis yang penuh dengan kemeriahan dan kedamaian untuk membangun kebersamaan dan kasih sayang untuk gambaran kota Baubau sampai dengan yang akan datang untuk menjadi penyemangat kita”, tambahnya.

“Ritual Tuturangiana Batupoaro adalah masa lalu namun dari masa lalu kita akan menata masa depan”, pungkasnya.

Laporan : JSR

Editor : YUSRIF

Komentar