
KONAWE., TEGAS.CO – Polemik rencana pembangunan pelabuhan khusus ore nikel di Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, kembali memanas.
Habib Nadjar Buduha, Pendiri dan Ketua Tim Konservasi Kima Tolitoli-Labengki, mengeluarkan surat protes kepada Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, S.T., terkait rencana tersebut.
Dalam surat protes yang tertanggal 13 April 2025, Habib Nadjar menyatakan penolakan tegas atas proyek tersebut, mengingat potensi kerusakan lingkungan dan dampak negatif terhadap masyarakat di wilayah tersebut.
“Pembangunan pelabuhan ore nikel akan menghancurkan alam, ekosistem pesisir dan laut dangkal, serta kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat,” tulis Habib Nadjar dalam surat protesnya.
Habib Nadjar menjabarkan sejumlah alasan kuat penolakan terhadap rencana tersebut.
Pertama, wilayah Lalonggasumeeto dan Soropia merupakan kawasan perikanan yang menjadi sumber penghidupan bagi ribuan masyarakat. Aktivitas penambangan akan merusak terumbu karang, habitat ikan, dan mencemari laut dengan limbah industri.
Kedua, wilayah tersebut juga merupakan kawasan pariwisata yang memiliki potensi besar.
Tim Konservasi Kima Tolitoli telah berhasil mengembangkan objek wisata, menarik wisatawan lokal, nasional, dan internasional, serta meningkatkan perekonomian masyarakat.
Pembangunan pelabuhan ore nikel akan merusak potensi wisata tersebut.
Ketiga, Habib Nadjar menyoroti keberadaan Kawasan Industri Konawe di Kecamatan Sampara, yang seharusnya menjadi lokasi ideal untuk industri penambangan.
“Kenapa pelabuhan khusus ore nikel ini tidak ditempatkan pada tempat yang telah disediakan Pemkab Konawe di Kawasan Industri Sampara?” tanya Habib Nadjar.
Habib Nadjar mendesak Bupati Konawe untuk mempertimbangkan kembali rencana pembangunan pelabuhan ore nikel.
Habib menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, melindungi kehidupan masyarakat, dan mengembangkan potensi pariwisata di wilayah tersebut.
“Semoga surat penolakan kami ini mendapat atensi dari Pak Bupati demi masa depan Kab Konawe yang maju dan LESTARI,” tulis Habib Nadjar.
Surat protes ini telah disebarluaskan melalui media online dan media sosial, dan telah mendapat dukungan dari berbagai kalangan, termasuk masyarakat lokal dan aktivis lingkungan.
Perdebatan sengit tentang rencana pembangunan pelabuhan ore nikel di Konawe dipastikan akan terus berlanjut.
PUBLIKASI: MAS’UD