Berita UtamaSulawesi Tenggara

Peluncuran Aplikasi “Durawater Care” RSJ Sultra: Penanganan “TERKASIH”

390
×

Peluncuran Aplikasi “Durawater Care” RSJ Sultra: Penanganan “TERKASIH”

Sebarkan artikel ini
Peluncuran Aplikasi "Durawater Care" RSJ Sultra: Penanganan "TERKASIH"
Peluncuran Aplikasi “Durawater Care” RSJ Sultra: Penanganan “TERKASIH”

TEGAS.CO., SULAWESI TENGGARA – Aplikasi “Durawater Care” yang dikembangkan Rumah Sakit Jiwa RSJ, Sulawesi Tenggara (Sultra) hadir sebagai solusi terintegrasi.

Aplikasi ini memungkinkan masyarakat dan berbagai instansi terkait untuk melapor dan memantau penanganan pasien dengan gangguan jiwa terlantar, yang kini disebut dengan sebutan lebih humanis, “terkasih” (terlantar karena jiwanya tersisih).

“Durawater Care hadir sebagai solusi. Sebuah sistem pelaporan yang mobile, responsif, dan terintegrasi antar masyarakat serta stakeholder terkait,” jelas Syukur bidang IT RSJ Sultra.

Sistem ini membantu mengkoordinasikan penanganan dari hulu ke hilir. Jika ada laporan masuk, notifikasi akan langsung terkirim ke Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dukcapil, dan aparat keamanan.

Syukur menambahkan, “Dulu, kami di RSJ sering menerima pasien tanpa identitas. Sekarang, dengan aplikasi ini, kami bisa melacak identitas mereka.”katanya.

Aplikasi ini juga bertujuan menghilangkan stigma negatif terhadap pasien terkasih dengan memberikan edukasi tentang kesehatan mental.

“Pasien jiwa bukanlah sesuatu yang harus dihindari. Melalui aplikasi ini, keluarga dan masyarakat bisa memantau perkembangan pasien,” tambahnya.

Peluncuran Aplikasi "Durawater Care" RSJ Sultra: Penanganan "TERKASIH"
Direktir Rumah Sakit Jiwa (RSJ) dr. Putu Agustin Kusumawati, M.Kes

Senada dikatakan, Direktur Rumah Sakit Jiwa (RSJ) dr. Putu Agustin Kusumawati, M.Kes.. terhadap aplikasi terintegrasi yang diluncurkan tahun 2024 lalu menghubungkan RSJ dengan berbagai stakeholder, termasuk Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

Ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengatasi kendala di lapangan, terutama terkait penanganan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) terlantar.

“Aplikasi ini memungkinkan kami mendapatkan data real-time, yang bisa kami sampaikan ke stakeholder terkait untuk penanganan pasien,” ujar dr. Putu, pada 7 Juli 2025.

Ia menjelaskan bahwa aplikasi ini sangat membantu dalam proses rujukan pasien, serta pemantauan setelah pasien dipulangkan ke lingkungan sosial.

PUBLISHER: MAS’UD