BaubauBerita Utama

Kapal Pesiar Mewah Ramaikan Pariwisata Sulawesi Tenggara

599
×

Kapal Pesiar Mewah Ramaikan Pariwisata Sulawesi Tenggara

Sebarkan artikel ini
Kapal Pesiar Mewah Ramaikan Pariwisata Sulawesi Tenggara
Kapal Pesiar Mewah Ramaikan Pariwisata Sulawesi Tenggara

Baubau, TEGAS.CO – Sulawesi Tenggara kembali menjadi pusat perhatian dunia pariwisata. Kedatangan kapal pesiar mewah NV. Silver Cloud di Pelabuhan Murhum, Baubau, Minggu (13/7), membawa sekitar 250 wisatawan mancanegara dari Australia, Selandia Baru, dan negara-negara lain.

Kehadiran kapal pesiar ini merupakan bukti nyata keberhasilan strategi pengembangan pariwisata bahari dan budaya di Sulawesi Tenggara.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara, H. Belli HT, menjelaskan bahwa kedatangan kapal pesiar ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk pemerataan ekonomi, mengangkat potensi lokal, dan membuka peluang investasi di sektor wisata berbasis pelayaran.

“Kita siapkan infrastruktur, pelaku jasa, pemandu lokal, hingga paket budaya. Target kita bukan hanya kunjungan, tapi sistem yang terintegrasi,” ujarnya.

Para wisatawan disambut hangat oleh Pemerintah Kota Baubau dengan pertunjukan seni budaya dan pengalungan kain tenun khas Buton. Mereka kemudian diajak menjelajahi destinasi unggulan, termasuk Pasar Tradisional Wameo, Kampung Tenun Sulaa, Istana Sultan Buton (Malige), dan Benteng Keraton Buton untuk menyaksikan ritual Pekakande Kandea.

Keberhasilan ini sejalan dengan visi Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, untuk menjadikan Sulawesi Tenggara sebagai destinasi wisata bahari dan budaya yang berkelanjutan.

Pemerintah Provinsi aktif mendorong konektivitas dan pengembangan destinasi berbasis budaya dan kearifan lokal.

Kapal Pesiar Mewah Ramaikan Pariwisata Sulawesi Tenggara
Kapal Pesiar Mewah Ramaikan Pariwisata Sulawesi Tenggara

Langkah selanjutnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, bersama Destination Asia, akan melakukan survei ke beberapa wilayah lain seperti Muna, Kolaka, Kota Kendari, dan Labengki untuk memperluas titik sandar kapal pesiar.

Survei ini akan mencakup potensi wisata, kondisi teknis pelabuhan, dan kesiapan layanan hospitality. Destinasi yang dipertimbangkan antara lain Situs Prasejarah Liangkabori, Pulau Padamarang, Taman Wisata Alam Mangolo, Perkebunan Cengkeh Sani-Sani, dan Kebun Raya Kendari.

Destination Asia juga telah menjadwalkan kedatangan kapal pesiar tambahan yang akan bersandar di Baubau pada 23 Juli 2025. Dengan perluasan titik pelabuhan dan peningkatan layanan wisata, Sulawesi Tenggara berpotensi menjadi hub utama wisata kapal pesiar di Indonesia Timur.

PUBLISHER: MAS’UD