
KENDARI., TEGAS.CO — Di bawah langit pagi yang baru saja menguapkan kabut malam, Tugu Religi Korumba bakal menjadi saksi bisu sebuah harmoni unik: derap kaki manusia dan hewan peliharaan yang berpadu dalam Festival “Pawrtner & Run 2025”. Acara yang digagas komunitas lokal ini, seperti puisi yang ditulis oleh Dispar Sultra dan warga, di mana setiap baitnya adalah langkah penuh makna.
Sinergi yang Mengalun Lembut
Belli Tombili, Sang Nahkoda Dispar Sultra, dengan suara lirih namun penuh keyakinan, berkata, “Ini bukan sekadar lomba lari, melainkan sebuah tarian hidup antara kesetiaan anjing, kelincahan kucing, atau bahkan kejenakaan reptil yang dibawa lari pemiliknya. Dukungan pemerintah, ia tegaskan, hanyalah “angin yang mendorong layar kapal komunitas agar makin jauh berlayar.
Medan Cerita: Tugu Religi Korumba
Tanggal 10 Agustus 2025, tempat itu akan berubah menjadi panggung kisah-kisah kecil:
– Solo Run + Pawrtner: Seorang lelaki tua dengan burung beonya yang cerewet, mungkin.
– Couple Run + Pawrtner: Pasangan muda dengan kucing anggora yang tak sudi digendong.
Dengan biaya pendaftaran mulai Rp200.000, peserta tak hanya membeli tiket acara, melainkan “selembar kertas yang kelak bisa dikenang sebagai bukti: aku dan dia pernah berlari bersama di sebuah pagi.” IMBUH Belli Tombili Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara.

Lebih dari Sekadar Lari
– FROC Pet Vaccine: Vaksin gratis, seperti pelukan bagi yang tak bisa mengeluh sakit.
– Bazar Port FoodL Aroma ikan asin dan pakan hamster berbaur, semacam pasar kecil yang menjual kebahagiaan sederhana.
– Booth Sponsor: Di sudut-sudut itu, mungkin ada seseorang yang sedang menggambar mimpi tentang Kendari yang ramah pada semua makhluk.
Sebuah Harapan yang Berlari
Dispar Sultra berharap acara ini tak berakhir di garis finish, tetapi terus hidup dalam ingatan seperti jejak kaki basah di pasir yang lama-lama hilang, tapi rasa hangatnya menetap.
Bagi yang ingin menjadi bagian dari cerita ini, silakan datang. Bawalah “pawrtner”- mu, dan mari menulis sejarah kecil bersama.
“Karena terkadang, langkah paling berharga bukanlah yang tercepat, melainkan yang paling penuh arti.” Imbuh Kadispar Sultra, Senin (4/8).
PENERBIT: TEGAS.CO