Berita UtamaKendariKesehatan

PLN dan Pemkot Kendari Ulurkan Bantuan Gizi untuk Pejuang TBC

701
×

PLN dan Pemkot Kendari Ulurkan Bantuan Gizi untuk Pejuang TBC

Sebarkan artikel ini
PLN dan Pemkot Kendari Ulurkan Bantuan Gizi untuk Pejuang TBC
PLN dan Pemkot Kendari Ulurkan Bantuan Gizi untuk Pejuang TBC

KENDARIKOTA., TEGAS.CO – Pemerintah Kota Kendari dan PLN Nusantara Power UP Kendari bersatu padu menunjukkan komitmen dalam memerangi penyakit menular seperti AIDS, Tuberkulosis (TBC), Malaria, dan Kusta. Sebagai wujud dukungan terhadap program TABEA ATM-K (Kita Bersama Atasi AIDS, TB, Malaria, dan Kusta), PLN menyalurkan bantuan gizi kepada 104 penderita TBC di wilayah kerja Puskesmas Wua-Wua dan Poasia, Jum’at (15/8/2025).

Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh Manajer PLN Nusantara Power UP Kendari kepada perwakilan Dinas Kesehatan Kota Kendari. Langkah ini merupakan bukti nyata dukungan BUMN dalam penanganan penyakit menular, terutama bagi masyarakat rentan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Kendari, Elfi, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor sangat krusial dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit. Faktor-faktor seperti sanitasi, ekonomi, sosial, dan budaya turut memengaruhi penyebaran penyakit. Keterlibatan PLN sebagai mitra menjadi contoh sinergi yang sangat dibutuhkan.

PLN dan Pemkot Kendari Ulurkan Bantuan Gizi untuk Pejuang TBC
PLN dan Pemkot Kendari Ulurkan Bantuan Gizi untuk Pejuang TBC

“Bantuan gizi yang diberikan berupa beras, susu, telur, gula, kacang hijau, dan biskuit, diharapkan dapat mempercepat perbaikan status gizi para penderita TBC. Dengan asupan gizi yang memadai, proses penyembuhan diharapkan berjalan lebih efektif dan optimal,” ujar Elfi.

Pemerintah Kota Kendari berharap semakin banyak pihak yang tergerak untuk berpartisipasi aktif dalam program ini. Dengan keterlibatan berbagai sektor, penanganan faktor risiko dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran, berfokus pada akar permasalahan yang ada di lapangan.

Program ini tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga bertujuan mengurangi stigma yang masih melekat pada penderita penyakit menular. Pemerintah mengajak seluruh masyarakat untuk menghentikan diskriminasi dan pengucilan, serta menciptakan lingkungan yang peduli dan inklusif bagi semua.

PUBLISHER: MAS’UD