
TEGAS.CO, BUTON SELATAN – Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-80, Kecamatan Kapontori menggelar perlombaan gambus tingkat desa dan kelurahan, Sabtu malam (16/8/2025).
Salah satu penampilan yang menarik perhatian datang dari Desa Lambusango. Grup gambus ini beranggotakan enam orang, yakni Wa Ani, Harumi, Cucu, Anton, Almenta, dan Tamran. Mereka membawakan musik tradisional yang diiringi dengan nyanyian duet gambus berbahasa daerah Buton. Lagu yang dibawakan berupa pantun berbalas pantun, sehingga membuat penonton bersorak gembira, khususnya para orang tua yang kembali bernostalgia dengan kenangan masa muda mereka.
Alunan musik yang dipadukan dengan biola, gitar gambus, gendang, serta botol kaca yang dipukul semakin memperkaya penampilan. Suasana pun terasa hidup, menyejukkan hati, sekaligus menghibur masyarakat yang hadir.
Seorang mahasiswa asal Desa Lambusango, Emnalisah, menilai kegiatan ini sangat positif. “Dengan adanya lomba gambus, kita bukan hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga kesan bahwa alat musik tradisional bisa kembali hadir di tengah masyarakat. Anak-anak muda perlu belajar dan mengenalnya, karena gambus itu indah, menyenangkan, dan penuh ciri khas, terutama saat dipadukan dengan pantun-pantun dalam lagu,” ujarnya.
Lomba gambus ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi sarana untuk melestarikan budaya lokal. Harapannya, generasi muda dapat mengambil peran penting dalam menjaga dan meneruskan kesenian tradisional ini. Gambus bukan hanya alat musik, melainkan juga simbol kebersamaan dan identitas masyarakat Buton yang patut dijaga dari masa ke masa.
Kegiatan semacam ini diharapkan terus dilestarikan sebagai wadah kebersamaan dan mempererat tali silaturahmi di tengah masyarakat. Selain itu, keberadaan tradisi ini juga dapat memperkuat identitas budaya daerah.
Pertunjukan musik dan duet pantun berbahasa daerah diharapkan terus dikenalkan secara konsisten kepada generasi muda agar mereka mencintai dan menjaga budaya lokalnya sendiri.
Pemerintah daerah dan pihak terkait juga diharapkan memberikan perhatian lebih kepada para seniman lokal dengan menyediakan ruang dan kesempatan yang lebih luas untuk menampilkan karya mereka. Dengan begitu, budaya daerah tidak hanya hidup di tengah masyarakat, tetapi juga mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional bahkan internasional.