
KENDARI., TEGAS.CO — Di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara, pada Selasa (19/8/2025) yang syarat akan makna, para pemimpin daerah duduk bersama. Mereka bukan hanya sekadar menghadiri rapat, tetapi merajut sebuah komitmen untuk memerangi masalah gizi yang masih membayangi masa depan generasi penerus.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari, Amir Hasan, hadir mewakili kotanya dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) Pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Sultra.
Amir Hasan, tak kalah bersemangat. Ia memaparkan kesiapan Kotanya dengan detail yang memikat. Tiga lokasi telah disiapkan, semua merupakan aset Pemkot Kendari yang strategis.
“Di Kecamatan Puuwatu luasnya 2.700 meter persegi, sudah bersertifikat dan berada di lokasi pemukiman. Di Kecamatan Wuawua luasnya 1.300 meter persegi. sedang dalam proses pembuatan sertifikat. Yang ketiga di Kecamatan Kendari Barat luasnya 1.225 meter persegi dan sudah bersertifikat,” jelasnya penuh keyakinan.
Monev dipimpin langsung oleh Sekda Provinsi Sultra, Drs. H. Asrun Lio., M.Hum., Ph.D., pertemuan ini menjadi momen penting untuk mengevaluasi sekaligus mempercepat pembangunan SPPG di 17 kabupaten/kota.

Asrun Lio dengan tegas menyampaikan bahwa Sultra mendapatkan kuota 51 SPPG, dengan masing-masing daerah mendapatkan jatah tiga unit.
“SPPG ini akan melayani kurang lebih 3.000 siswa, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Selain itu, 17 SPPG di Sultra juga akan melayani peserta non-didik sebanyak 4.389 orang,” papar Asrun Lio, menekankan betapa vitalnya kehadiran SPPG dalam menekan angka stunting dan masalah gizi lainnya.
Sementara itu, Data yang disampaikan oleh Maharani Putra Ningrum, perwakilan Badan Gizi Nasional, semakin membakar optimisme. Saat ini, sudah ada 30 SPPG yang aktif beroperasi di Sultra, meningkat dari sebelumnya yang hanya 18. “Di Kendari ada 12, Baubau masih tetap 3…” ujarnya merinci pencapaian yang signifikan ini.
PUBLISHER: MAS’UD