BeritaBerita UtamaKendariSulawesi Tenggara

Guru di Kendari Ikuti Pelatihan Kecerdasan Artifisial dalam Program Nasional “AI Goes To School”

1193
×

Guru di Kendari Ikuti Pelatihan Kecerdasan Artifisial dalam Program Nasional “AI Goes To School”

Sebarkan artikel ini
Guru di Kendari Ikuti Pelatihan Kecerdasan Artifisial dalam Program Nasional “AI Goes To School”
Guru di Kendari Ikuti Pelatihan Kecerdasan Artifisial dalam Program Nasional “AI Goes To School”

TEGAS.CO,. KENDARI – Dinas Pendidikan Kota Kendari bekerja sama dengan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) menyelenggarakan pelatihan bertajuk Kelas Kecerdasan Artifisial – AI Goes To School (AIGTS) bagi para guru di wilayah Kendari, Sabtu (23/8/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional yang bertujuan memperkuat literasi digital dan pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial (AI) dalam dunia pendidikan.

Pelatihan berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kota Kendari mulai pukul 08.45 WITA dan diikuti oleh puluhan guru dari berbagai sekolah. Program AIGTS sendiri menargetkan pendampingan terhadap 10.000 guru di 40 kota selama 18 bulan, dengan dukungan dari Google.org, AVPN, dan Asian Development Bank (ADB).

Para peserta mendapatkan materi komprehensif yang mencakup:

  • Dasar-dasar teknologi kecerdasan artifisial
  • Etika penggunaan AI
  • Teknik prompt management
  • Pemanfaatan AI untuk pembelajaran kreatif
  • Pengelolaan kelas berbasis AI
  • Integrasi AI dalam administrasi dan peningkatan kinerja sekolah

Pelatihan ini juga memberikan akses ke platform Learning Management System (LMS) agar peserta dapat mengakses ulang materi secara fleksibel.

Dua trainer utama, Jumrana dan Fadli Ansar, memimpin sesi pelatihan dengan dukungan asisten trainer Marsia Sumule G, Rahmawati, Moh. Ricky Ramadhan Rasyid, dan Muh. Djufri Rachim. Moderator Fera Tri Susilowaty memandu jalannya diskusi, sementara Cecep Ibrahim bertindak sebagai PIC kegiatan.

Machlil Rusmin, S.Pd. T., M.Pd., perwakilan Dinas Pendidikan Kota Kendari, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk membekali guru menghadapi era digital. “Harapannya, para guru tidak hanya memahami AI, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan inovasi pendidikan di sekolah,” ujarnya.

Senada dengan itu, Cecep Ibrahim dari MAFINDO menambahkan, “Kami ingin memastikan manfaat teknologi ini bisa dirasakan secara merata, membawa dampak positif, dan memperkuat ekosistem pendidikan di Kendari.”

Sebagai bentuk apresiasi, peserta menerima sertifikat, doorprize, dan merchandise menarik. Antusiasme tinggi dari para guru menunjukkan komitmen kuat untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi demi kemajuan pendidikan di daerah.

 

Redaksi