
KENDARI, TEGAS.CO – Dinas Cipta Karya Bina Konstruksi dan Tata Ruang Sulawesi Tenggara (Sultra) akan menerima penambahan anggaran sebesar Rp 8 miliar dalam APBD Perubahan tahin anggaran 2025.
Dana ini akan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk pembayaran utang dan proyek-proyek strategis.
Hal ini terungkap dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) yang dihadiri oleh Kepala Dinas Cipta Karya, Martin Effendi Patulak pada Kamis 28 Aguatus 2025 di gedung DPRD Sultra.
Efendi menjelaskan bahwa anggaran reguler dinas sebesar Rp 130,5 miliar mengalami efisiensi dan berkurang menjadi Rp 123,8 miliar.
Pengurangan ini berasal dari pos Anggaran Barang dan Jasa (ATK), perjalanan dinas, iklan, dan beberapa kegiatan fisik senilai total Rp 7 miliar.
Namun, di APBD Perubahan, Dinas Cipta Karya mendapat tambahan Rp 8 miliar. Rinciannya adalah, Gaji Rp 64 juta. Utang Retensi Rp 2,8 miliar untuk pembayaran proyek tahun 2024. Utang Non-Retensi Rp 884 juta.
Selain itu, ada tambahan anggaran khusus sebesar Rp 5,1 miliar yang akan dialokasikan untuk dua proyek utama:
Pertama, Pemeliharaan Area MTQ: Dalam rangka persiapan pelaksanaan STQ, area Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) akan direnovasi.
Kedua, Pematangan Lahan Sekolah Rakyat. Anggaran ini juga akan digunakan untuk mematangkan lahan di tiga lokasi sebagai persiapan pembangunan “Sekolah Rakyat”.
Proyek ini merupakan inisiatif besar dengan investasi senilai Rp 100 miliar per lokasi, yang nantinya akan dibangun oleh Kementerian PUPR.
Lokasi Strategis untuk Sekolah Rakyat
Efendi menyebutkan tiga lokasi yang disiapkan untuk pembangunan Sekolah Rakyat yakni, Agondara, Kabupaten Konawe Selatan, Konawe, yang terdiri dari dua lokasi di Kecamatan Lambuya dan Lembo.
Ketiga lokasi ini dipilih karena memiliki lahan seluas lebih dari 5 hektar, sesuai dengan persyaratan dari Kementerian PUPR.
“Ini adalah investasi yang cukup besar karena kalau dibangun biayanya Rp 100 miliar per lokasi. Kita akan mendapatkan kegiatan yang cukup besar,” ujar Efendi.
Terakhir, Efendi menambahkan bahwa terdapat alokasi anggaran untuk perencanaan SMA Unggulan yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Sultra.
Namun, saat ini proyek tersebut masih dalam tahap perencanaan dan belum memasuki tahap fisik.
PUBLISHER: MAS’UD