BaubauBerita Utama

Harmoni Malam Maulid di Rujab Wali Kota: Jejak Makna dalam Gorana Oputa

308
×

Harmoni Malam Maulid di Rujab Wali Kota: Jejak Makna dalam Gorana Oputa

Sebarkan artikel ini
Harmoni Malam Maulid di Rujab Wali Kota: Jejak Makna dalam Gorana Oputa

TEGAS.CO, BAUBAU- Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar peringatan. Ia adalah harmoni antara doa, budaya, dan persaudaraan. Di kota Baubau menyebutnya Tradisi Gorana Oputa, yang telah diwariskan sejak masa leluhur, kini kembali digelar di Rumah Jabatan Wali Kota Baubau, Kamis (5/8/2025), tepat menjelang Jumat dini hari.

Sejak pukul 23.00 WITA, suasana rujab terasa khidmat. Para tamu hadir dengan busana tradisional muslim; sarung dan kopiah untuk laki-laki, sarung dan kerudung untuk perempuan.

Mereka datang bukan hanya untuk menghadiri acara, tetapi untuk merawat warisan yang sarat makna: cinta kepada Nabi, rasa syukur, dan penguatan silaturahmi.

“Ini bukan hanya ritual, tapi identitas kita. Mudah-mudahan tradisi ini terus berlanjut dan menjadi budaya yang harus dijaga,” tutur Wali Kota Baubau, H. Yusran Fahim, SE, penuh harap.

Ia percaya, doa-doa yang terlantun malam itu akan menjadi pengikat ketentraman dan kedamaian bagi negeri.

Tak hanya jajaran pemerintah, hadir pula tokoh masyarakat, Ketua DPRD, Dandim 1413 Buton, Kapolres Baubau, hingga perwakilan Kejari. Semua menyatu dalam satu ruang, satu niat: menjaga warisan dan memperkuat iman.

Gorana Oputa ditandai dengan pembacaan riwayat Nabi Muhammad SAW. Usai acara, gema Maulid pun akan berlanjut ke rumah-rumah warga dalam bentuk haroa, menandakan bahwa tradisi ini bukan hanya milik pemerintah, tetapi milik seluruh masyarakat Buton.

Malam itu, doa-doa berbisik dalam hening, mengikat masa lalu dan masa kini, agar harmoni ini tak pernah lekang oleh waktu membawa kebaikan dan ketentraman bagi negeri dan masyarakatnya.