BaubauBerita Utama

FGD Bersama Nur Inzana: Riset Adaptive Governance Mewujudkan Swasembada Dan Ketahanan Pangan

274
×

FGD Bersama Nur Inzana: Riset Adaptive Governance Mewujudkan Swasembada Dan Ketahanan Pangan

Sebarkan artikel ini
FGD Bersama Nur Inzana: Riset Adaptive Governance Mewujudkan Swasembada Dan Ketahanan Pangan

TEGAS. CO, BAUBAU-Kota Baubau tengah menghadapi tantangan serius dalam menjaga ketahanan pangan, dengan tingkat Prevalence of Undernourishment (PoU) mencapai 10,84% pada 2023 dan Indeks Ketahanan Pangan (IKP) yang baru menyentuh angka 80,49 pada 2024.

Kondisi ini menjadi fokus pembahasan dalam Forum Group Discussion (FGD) yang digelar di Kedai Sabuah BWI, menghadirkan Dosen Universitas Muhammadiyah Buton, Nur Inzana, sebagai narasumber utama.

FGD ini membahas hasil riset yang dipimpin oleh Nur Inzana terkait penerapan adaptive governance atau tata kelola adaptif sebagai strategi untuk mewujudkan swasembada pangan dan memperkuat ketahanan keluarga di Kota Baubau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui dokumentasi dan diskusi mendalam bersama komunitas Kedai Sabuah Bukit Wolio Indah, yang turut dihadiri oleh tokoh masyarakat, Bapak La Salihi.

Dalam pemaparannya, Nur Inzana menjelaskan bahwa kerentanan ketahanan pangan di Baubau dipengaruhi oleh faktor struktural dan sosial. Namun, penerapan tata kelola adaptif dinilai dapat menjadi solusi efektif dengan mengedepankan kolaborasi lintas sektor, pemanfaatan teknologi digital, penguatan literasi gizi, serta pemberdayaan keluarga.

“Ketahanan pangan dan kemandirian keluarga di Baubau tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta untuk menciptakan sistem pangan yang inklusif dan tangguh,” ujar Nur Inzana.

Para peserta FGD, yang merupakan perwakilan dari sejumlah program komunitas di Baubau, menyambut positif gagasan ini. Mereka menekankan pentingnya kebijakan yang responsif terhadap dinamika lokal serta peran aktif masyarakat dalam menjaga ketersediaan dan kualitas pangan.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam perumusan kebijakan adaptif dan efektif untuk menjawab persoalan pangan di Baubau. Selain itu, forum ini juga menjadi ruang strategis untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun ketahanan pangan yang berkelanjutan bagi keluarga di Kota Baubau.