Berita UtamaSultra

Wagub Sultra Dorong Energi Hijau, PLN Perkuat Sistem Listrik

316
×

Wagub Sultra Dorong Energi Hijau, PLN Perkuat Sistem Listrik

Sebarkan artikel ini
Wakil Gubernur Sultra, Ir. Hugua, bersama jajaran PLN dan HIPMI saat menghadiri Kunjungan Bisnis Monitoring PLN Nusantara Power UP Kendari, di Kantor PLN Wua-wua Kendari, Senin (8/9/2025). Dok Foto Istimewa

TEGAS.CO., KENDARI – Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Ir. Hugua, mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan sebagai solusi jangka panjang menghadapi potensi krisis listrik di daerah.

Hal ini disampaikan saat menghadiri Kunjungan Bisnis Monitoring PLN Nusantara Power UP Kendari bersama Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sultra, di Kantor PLN Wua-wua Kendari, Senin (8/9/2025).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulselrabar, Edyansyah; Ketua BPP HIPMI Bidang Sinergitas Antar BUMN dan BUMD, Anthony Leong; Ketua Umum BPD HIPMI Sultra, Triawan Rizbar; serta Manager PLN Nusantara Power UP Kendari, Moh. Furqon Akhsani.

Hugua menekankan pentingnya mengoptimalkan biomassa dari limbah pertanian yang bisa menjadi energi alternatif pengganti batu bara.

Menurutnya, jika dikelola secara tepat, petani dapat menjadi pemasok utama sehingga kesejahteraan mereka ikut terangkat.

Selain biomassa, Hugua menyinggung potensi energi nuklir melalui kerja sama dengan Rosatom Rusia, karena kondisi geologis Sultra dinilai cukup aman untuk pengembangan energi atom ramah lingkungan.

“Dalam sepuluh tahun ke depan, Sultra diproyeksikan menghadapi krisis listrik akibat derasnya investasi industri. Karena itu, kita harus menyiapkan energi alternatif sejak sekarang, termasuk opsi nuklir yang menurut standar internasional justru paling aman dan ramah lingkungan,” tegas Hugua.

Wagub juga menyoroti pemanfaatan energi surya (solar cell) yang saat ini menghadapi kendala pemeliharaan dan keamanan.

Ia mendorong mekanisme kerja sama dengan perusahaan lokal agar pengelolaan infrastruktur energi surya lebih terjaga keberlanjutannya.

General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, menjelaskan kapasitas daya listrik di wilayah Sulselrabar saat ini mencapai 1.800 MW dengan beberapa pusat pembangkit besar, seperti Cenggiha, Atak, dan Stargate.

Edyansyah menyebut kontribusi energi terbarukan di Sultra telah mencapai 34 persen, jauh di atas rata-rata nasional yang 14 persen, menunjukkan potensi besar daerah ini untuk menarik investasi.

PLN, katanya, tidak hanya fokus pada industri besar, tetapi juga memberi perhatian pada UMKM dan pengusaha lokal.

“Semakin besar konsumsi listrik berarti semakin tinggi pula tingkat kemakmuran masyarakat. PLN siap bekerja sama dengan HIPMI dan pemerintah daerah agar pengusaha lokal dapat berkembang, mulai dari UMKM hingga industri besar,” tambah Edyansyah.

Kegiatan ini menjadi momentum penting memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, PLN, dan HIPMI, serta membuka peluang energi baru terbarukan yang dapat menjadikan Sultra sebagai pusat investasi energi dan industri di kawasan timur Indonesia.

Pesan yang ingin ditegaskan dari pertemuan ini adalah pentingnya melihat energi bukan hanya soal pasokan listrik, tetapi juga sebagai peluang ekonomi.

Limbah pertanian yang biasanya terabaikan bisa bernilai tinggi jika dikelola sebagai biomassa, sehingga petani tidak hanya menjadi bagian dari rantai produksi pangan, tetapi juga penyumbang energi yang menguntungkan.

Harapannya, pemerintah daerah benar-benar memberi ruang bagi inovasi energi terbarukan dengan menggandeng perusahaan lokal agar pengelolaan infrastruktur lebih berkelanjutan.

PLN bersama HIPMI diharapkan membuka akses bagi UMKM agar bisa tumbuh seiring dengan geliat industri besar.

Selain itu, masyarakat Sultra perlu disiapkan secara literasi dan kesadaran energi, agar tidak hanya menjadi penonton di tengah derasnya investasi. Energi harus dimaknai sebagai jalan kemandirian daerah, bukan sekadar fasilitas industri.

Dengan sinergi yang konsisten antara pemerintah daerah, PLN, dan dunia usaha, Sultra berpotensi besar menjadi barometer energi bersih nasional.

Lebih dari itu, pembangunan energi yang ramah lingkungan diharapkan menghadirkan masa depan yang adil dan sejahtera bagi petani, pengusaha, dan seluruh masyarakat.