Berita UtamaButon

Lembaga Kesultanan Buton Kukuhkan Laode Hariadin sebagai Lakina Wolowa

794
×

Lembaga Kesultanan Buton Kukuhkan Laode Hariadin sebagai Lakina Wolowa

Sebarkan artikel ini
Lembaga Kesultanan Buton Kukuhkan Laode Hariadin sebagai Lakina Wolowa

TEGAS.CO, BUTON – Lembaga Adat Kesultanan Buton mengukuhkan Laode Hariadin, SE., M.Si., sebagai Lakina Wolowa melalui prosesi adat Syara Ogena yang berlangsung khidmat di Kediaman Bpk Laode Hariadin SE MSi .

Pengukuhan ini dilaksanakan oleh 4 orang Bonto Yinunca Kesultanan Buton disakaukan oleh perangkat adat Wolowa, unsur pemerintah desa,

Prosesi pengukuhan dilaksanakan sesuai tata cara adat yang telah diwariskan sejak masa Kesultanan Buton.

Dalam tradisi masyarakat, Lakina atau Bobato merupakan perangkat adat Kesultanan yang berfungsi sebagai penghubung antara Syara Ogena dengan Syara Kadie.

“Seluruh syarat dan tahapan prosesi adat ini dijalankan berdasarkan aturan Syara, agar tradisi pengangkatan Bobato tetap lestari dan dapat diwariskan sebagai museum hidup bagi generasi Buton mendatang,” ujar Bonto Ogena Sukanaeya Ma Maruwa usai prosesi.

Pengukuhan Laode Hariadin merupakan hasil permusyawaratan Majelis Siolimbona, diputuskan (dipaso) oleh kedua Bonto Ogena, dan disahkan langsung oleh Paduka Yang Mulia Sultan Buton, La Ode Muhammad Kariu.

Majelis Adat berharap Lakina Wolowa dapat menjalankan peran sebagai pembina adat di wilayahnya, menjaga nilai tradisi bersama Syara Kadie, sekaligus menjadi mitra pemerintah daerah dalam pembangunan dan pelestarian kebudayaan.

“Dalam konteks sekarang, perangkat kesultanan bukan lagi pemerintahan politis, melainkan lembaga adat yang berperan sebagai mitra pemerintah. Walaupun wilayah administratif terbagi menjadi enam kabupaten, budaya kita tetap satu: Budaya Buton,” tegas Bonto Ogena.

Laode Hariadin, yang juga menjabat Kepala Bidang Pelestarian Cagar Budaya, Kepurbakalaan, dan Permuseuman pada Dinas Kebudayaan Kabupaten Buton, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas amanah yang diberikan.

“Sesungguhnya tanggung jawab ini sangat berat, namun sebagai anak adat Buton, kita tidak bisa menolak ketika diberikan amanah oleh Syara. Saya akan berupaya menjalankan tugas ini bersama perangkat adat Wolowa sebagai mitra pemerintah daerah, terutama dalam melestarikan dan mengembangkan kebudayaan Buton,” ungkapnya.

Ia menambahkan, visi dan misi Kesultanan Buton sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Buton, yaitu mewujudkan masyarakat religius, sejahtera, mandiri, dan berdaya saing melalui pembangunan berkelanjutan.

Prosesi pengukuhan Lakina Wolowa berlangsung sakral, dihadiri oleh Syara Kadie, Kepala Desa Kabawakole, serta tokoh-tokoh masyarakat setempat.

Tahapan adat berikutnya masih akan dilaksanakan, termasuk upacara Lawati dari kediaman Bobato yg telah dikukuhkan ke Baruga Kadie oleh SYARA Kadie dan ritual lanjutan di Galampa Sultan Buton.