
TEGAS.CO, BAUBAU – Dalam rangka mendorong ekonomi kreatif, Wakil Presiden RI Gibran “Mas Wapres” Raka Bumingraka secara pribadi mengucurkan Rp 100 juta kepada pengrajin tenun di Kelurahan Sulaa, Kota Baubau.
Kampung Tenun Sulaa sudah ditetapkan sebagai kampung wisata budaya sejak 2018, menjadi ikon wisata dan pusat pengrajin di Baubau.
Bantuan ini diharapkan tidak hanya meringankan beban produksi, tetapi juga menjadi pemicu revitalisasi tenun khas Buton agar lebih berdaya saing.
Bantuan diserahkan melalui staf khusus Wapres, Suwardi, dan diterima oleh perwakilan pengrajin, Musida.
Menurut Suwardi, dukungan tersebut diberikan untuk menjaga keberlanjutan budaya dan ekonomi lokal, khususnya pengrajin tenun tradisional.
Sementara Wali Kota Baubau, Yusran Fahim, menegaskan bahwa bantuan ini diharapkan bisa digunakan sebaik mungkin untuk memperbaiki peralatan produksi, membeli benang alam maupun sintetis, serta kebutuhan operasional lain.
Tenun Sulaa dikenal dengan motif khas dan corak Islami, dengan warna mencolok yang menjadi identitas kain Buton.
Harga kain tenun bervariasi, mulai dari Rp 250 ribu – Rp 1 juta per lembar, tergantung kerumitan motif dan bahan.Produksi rata-rata pengrajin Sulaa sekitar 2–5 lembar kain per bulan.
Saat ini, terdapat sekitar 60 penenun aktif di Sulaa, mayoritas perempuan, yang masih mempertahankan tradisi meski menghadapi tantangan regenerasi.katanya
Musida, salah satu pengrajin senior di Sulaa, menyampaikan terima kasih kepada Mas Wapres.
“Kami sangat terbantu dengan perhatian ini. Walau beliau tidak hadir langsung di Baubau, tetapi sudah berempati dengan kesulitan kami. Semoga ini bisa membuat tenun Sulaa semakin berkembang dan tetap dilestarikan,” katanya